Pergerakan nilai tukar rupiah menjelang penutupan tahun 2026 masih dibayangi oleh keperkasaan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Kendati pemerintah menetapkan target makroekonomi yang cukup percaya diri dalam rancangan anggaran mendatang, dinamika pasar global tetap menjadi faktor penentu utama arah mata uang domestik.
Pemerintahan Presiden Prabowo mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% hingga 6,5% dalam Asumsi Ekonomi Makro RAPBN 2027. Pada dokumen asumsi tersebut, laju inflasi diproyeksikan berada di rentang 1,5% hingga 3,5%, nilai tukar rupiah ditargetkan pada kisaran Rp 16.800 sampai Rp 17.500 per dolar AS, dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok pada level 6,5% sampai 7,3%.
Ketergantungan terhadap Arah Kebijakan The Fed
Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, menilai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% dalam RAPBN 2027 tergolong sangat optimistis. Peluang penguatan rupiah saat ini dinilai masih sangat bergantung pada posisi indeks dolar AS di pasar global.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Faktor eksternal seperti gejolak perang serta lonjakan inflasi dunia terus menjadi sentimen sensitif yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral. Rudiyanto mengingatkan, apabila arah kebijakan The Fed mengalami perubahan mendadak, target nilai tukar rupiah dan imbal hasil SBN yang telah dirancang dalam RAPBN 2027 akan semakin sulit tercapai.
Tantangan Tata Kelola dan Sektor Unggulan
Di tingkat domestik, pelaku pasar modal menilai program-program unggulan pemerintah sudah terarah dengan baik. Meski demikian, aspek eksekusi di lapangan serta tata kelola dinilai masih menghadapi hambatan nyata.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Pelaku pasar menyarankan agar proyek-proyek strategis pemerintah dapat dikelola secara optimal oleh sektor swasta dengan margin yang sehat dan tata kelola yang transparan. Di tengah ketidakpastian sentimen global dan dinamika program pemerintah, sektor komoditas serta energi dinilai tetap memiliki potensi pertumbuhan yang menarik bagi pasar.






