JAKARTA - Chief Executive Officer Sucor Sekuritas Bernadus Widjaya memaparkan sejumlah sektor saham potensial dalam program Squawk Box CNBC Indonesia bersama Shania Alatas. Menurutnya, peluang di pasar modal tidak hanya terbatas pada saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps), melainkan juga merambah ke sektor komoditas dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sektor perbankan dinilai masih menjadi salah satu penopang utama yang berpotensi kembali menguat. Bernadus menyoroti bahwa valuasi emiten perbankan saat ini sudah berada di level yang sangat murah, termasuk bank-bank big caps. Saham di sektor ini mencatatkan rata-rata Price to Earnings (PE) ratio di bawah 10 kali dengan potensi dividen yield melampaui 10%, sehingga menjadikannya opsi yang menarik bagi pelaku pasar.
Peluang di Sektor Komoditas dan AI
Selain perbankan, sektor komoditas mencatat potensi pertumbuhan yang didorong oleh tren kenaikan harga minyak mentah global. Lonjakan harga minyak mentah tersebut turut mengerek harga komoditas tambang lainnya, termasuk batu bara dan tembaga, yang membuka ruang penguatan bagi emiten terkait.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di sisi lain, sektor yang terhubung dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dipandang memiliki prospek menarik. Peluang ini berkaca pada tren pertumbuhan saham-saham sektor AI di sejumlah bursa utama global, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Jepang yang terus mencatatkan ekspansi.
Faktor Penggerak Makroekonomi
Pergerakan pasar saham dan arah suku bunga ke depan tetap dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global dan domestik. Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, sangat bergantung pada realisasi data inflasi AS. Jika laju inflasi terus melandai dan mencapai target The Fed, potensi penahanan suku bunga acuan akan semakin terbuka.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sementara itu di dalam negeri, ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan BI Rate sangat berkaitan erat dengan dinamika arus dana asing (capital flow), stabilitas nilai tukar Rupiah, serta kepastian arah kebijakan moneter The Fed.






