Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) turun langsung membantu upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Keterlibatan para pelaku usaha perkebunan ini difokuskan untuk mengantisipasi meluasnya titik api ke area konsesi serta menekan dampak bencana kabut asap.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 72 ribu hektare lahan gambut telah terbakar di enam provinsi. Sebaran titik panas di beberapa daerah, khususnya Kalimantan Tengah, tercatat masih relatif tinggi dan terus diwaspadai oleh pelaku industri kelapa sawit.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menjelaskan bahwa mayoritas titik api yang terpantau berada di luar area konsesi perkebunan kelapa sawit. Pihaknya menegaskan bantahan terkait keterlibatan perusahaan sawit sebagai pemicu karhutla yang terjadi pada periode kekeringan ini. Keterlibatan perusahaan dalam pemadaman di sekitar area terdampak dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya perlindungan aset perkebunan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Meski area tanaman sawit sebagian besar terhindar dari kobaran api langsung, operasional industri perkebunan tetap menghadapi kendala logistik. Penurunan debit air hingga kekeringan pada jalur sungai menghambat proses pengangkutan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari pabrik kelapa sawit menuju pelabuhan atau pusat distribusi.






