Peralihan ke kendaraan listrik (EV) dinilai mampu menekan pengeluaran operasional secara signifikan sekaligus mendongkrak profitabilitas usaha. CEO VinFast Southeast Asia Antonio Zara membeberkan perhitungan efisiensi penggunaan armada berbasis baterai jika dibandingkan dengan armada konvensional untuk kebutuhan harian maupun bisnis komersial.
Dalam program AutoBizz di CNBC Indonesia yang dipandu Bunga Cinka, Antonio memaparkan bahwa efisiensi biaya merupakan salah satu daya tarik utama elektrifikasi transportasi di samping perannya mendukung transisi energi. Biaya operasional armada komersial berbahan bakar minyak dapat melampaui Rp900 ribu untuk jarak tempuh 400 hingga 500 kilometer per bulan. Dengan beralih ke EV, beban belanja energi tersebut dapat dipangkas secara substansial.
Untuk menjaring segmen ritel dan keluarga, VinFast menghadirkan MPV 7, kendaraan listrik berkapasitas 7 penumpang yang dibanderol pada kisaran harga Rp330 jutaan. Guna memperkuat keekonomian operasional bagi para penggunanya, model ini juga disertai dengan program promo pengisian daya gratis selama dua tahun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Potensi Segmen Komersial dan Kesiapan Ekosistem
Pengamat Otomotif Bebin Djuana yang turut hadir dalam dialog tersebut menilai bahwa segmen kendaraan listrik komersial memiliki prospek ekspansi yang sangat menjanjikan. Pemanfaatan EV untuk moda transportasi publik dan layanan komersial terbukti mulai masif di tanah air, salah satunya melalui layanan taksi Green SM yang dioperasikan oleh VinFast.
Meski potensi keuntungan operasional terlihat menjanjikan, akselerasi adopsi EV tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur penunjang. Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) yang memadai menjadi faktor kunci agar mobilitas kendaraan komersial maupun pribadi tidak terhambat kendala teknis di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

VinFast sendiri terus memperkuat rantai pasok dan penetrasi pasarnya di Indonesia dengan menyiapkan lini kendaraan ritel sekaligus komersial, didukung oleh rencana pembangunan fasilitas pabrik manufaktur di dalam negeri.






