Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tergolong sangat optimistis. Penilaian tersebut merespons kerangka asumsi makroekonomi yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.
Dalam dokumen asumsi makro RAPBN 2027, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada rentang 5,8% hingga 6,5%. Selain target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), indikator ekonomi makro lainnya mencakup laju inflasi yang diproyeksikan berada di angka 1,5% hingga 3,5%, nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, serta tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada rentang 6,5% hingga 7,3%.
Tantangan Tata Kelola dan Eksekusi Proyek
Pelaku pasar modal domestik memandang sederet program unggulan pemerintah memiliki arah yang positif dalam mendorong ekspansi ekonomi. Meski demikian, aspek pelaksanaan teknis dan tata kelola di lapangan dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan nyata.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien, pasar menyarankan agar proyek-proyek pemerintah dapat dikelola oleh pihak swasta. Keterlibatan sektor swasta diharapkan mampu menghadirkan tata kelola yang transparan sekaligus menjaga margin usaha yang sehat.
Pengaruh Sentimen Global dan Sektor Potensial
Faktor eksternal global menjadi variabel penentu yang dapat membayangi ketercapaian target RAPBN tersebut. Ketegangan geopolitik akibat gejolak perang serta lonjakan inflasi global terus memengaruhi fluktuasi nilai tukar dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral dunia. Apabila arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed, mengalami perubahan, pemenuhan asumsi nilai tukar rupiah dan suku bunga SBN 2027 dinilai berpotensi sulit tercapai.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di tengah ketidakpastian sentimen global tersebut, pelaku pasar masih mengidentifikasi peluang pertumbuhan pada sektor tertentu. Sektor komoditas dan energi dinilai memiliki potensi ekspansi yang solid, didorong oleh kombinasi sentimen pasar internasional dan bergulirnya program-program unggulan dari pemerintah.






