Sebuah rekaman video yang memperlihatkan insiden dugaan pengeroyokan terhadap sejumlah anggota TNI oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut bermula saat aparat memergoki warga SAD yang diduga mengambil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di area perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL).
Insiden ketegangan di lapangan itu terjadi di kawasan kebun inti PT SAL yang berlokasi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, sekitar pukul 11.30 WIB. Personel Yonif 896/Serempun Pseko mulanya menegur warga SAD yang kedapatan membawa buah sawit di kawasan tersebut. Teguran tersebut kemudian memicu aksi kekerasan dari kelompok warga terhadap petugas.
Dalam rekaman yang beredar, anggota TNI menjadi sasaran pemukulan, tendangan, hingga ancaman menggunakan senjata tajam. Meskipun mendapatkan serangan fisik dan ancaman, aparat di lokasi dilaporkan tidak melakukan perlawanan balik guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penyerahan Diri Lima Pelaku ke Polres Sarolangun
Menyusul kejadian tersebut, lima orang warga SAD dari kelompok Air Panas yang terlibat dalam aksi pengeroyokan menyerahkan diri secara sukarela ke Polres Sarolangun. Proses penyerahan diri berlangsung pada Minggu sekitar pukul 17.20 WIB dengan didampingi pihak keluarga serta tokoh adat dan aparat kewilayahan.
Rombongan yang membawa para pelaku ke kantor polisi berjumlah sekitar 15 orang menggunakan tiga unit mobil. Turut mendampingi proses tersebut di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat H. Jailani, Temenggung Nangkus, dan Jenang Jalaludin untuk memastikan situasi berjalan aman dan tertib.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menyatakan apresiasinya terhadap iktikad baik para pihak yang memilih menyerahkan diri guna menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum yang berlaku.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Dandim 0420/Sarko Letkol Yakhya Wisnu Arianto mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Pihak TNI memastikan langkah mediasi telah ditempuh dan kondisi keamanan di sekitar perkebunan PT SAL saat ini telah kembali kondusif, sementara proses hukum bagi kelima pelaku diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.






