Sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Cawang, Jakarta Timur, mendadak menjadi pusat perhatian warganet dan viral di media sosial. Sorotan tersebut mencuat lantaran desain salah satu akses tangga naik dan turun fasilitas umum ini tergolong ganjil, yakni mendarat persis di badan jalan dan tidak langsung terhubung dengan trotoar bagi pejalan kaki.
Fasilitas penyeberangan pejalan kaki ini berlokasi di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di persimpangan lampu merah yang mengarah ke Jalan Otto Iskandardinata. Posisi ujung tangga JPO tersebut berada di area tengah antara dua ruas lajur lalu lintas yang terpecah arah. Akibat rancang bangun tersebut, para pejalan kaki yang telah menaiki dan menuruni jembatan tetap belum tiba di trotoar tepi jalan, melainkan harus kembali menyeberangi badan jalan raya agar dapat mencapai trotoar di ujung jalan.
Kondisi fisik jembatan penyeberangan tersebut kini tampak usang. Pada sejumlah titik struktur jembatan, lapisan cat terlihat sudah banyak yang mengelupas. Tak hanya itu, beberapa bagian dinding pagar pembatas pada jembatan juga terlihat copot dan memperlihatkan kurangnya pemeliharaan fisik pada infrastruktur tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Seorang warga di sekitar lokasi bernama Ikin membenarkan keanehan letak tangga penyeberangan tersebut. Ia menuturkan bahwa secara fungsi, JPO tersebut sebenarnya masih dapat dilintasi oleh masyarakat. Kendati demikian, fasilitas tersebut saat ini sudah sangat jarang digunakan, bahkan hampir tidak pernah dilalui oleh warga sekitar maupun pejalan kaki yang melintas.
Menurut Ikin, warga lebih memilih menyeberang langsung di permukaan jalan raya daripada menggunakan JPO yang ujung tangganya tidak tuntas mencapai trotoar. Selain dinilai memakan waktu lebih lama jika harus naik dan turun jembatan yang akhirnya tetap menuntut warga menyeberang jalan lagi, pejalan kaki memilih memanfaatkan jeda saat lampu lalu lintas di persimpangan menyala merah untuk melintas dengan lebih cepat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menanggapi keberadaan fasilitas penyeberangan yang tidak tersambung utuh ke trotoar ini, tindakan di lapangan mulai tampak. Petugas bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilaporkan telah datang ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta pengukuran fisik pada struktur JPO tersebut.






