Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sekelompok pemuda mengacungkan senjata tajam dan masuk ke kawasan permukiman warga di Sukaraja, Bogor, viral di media sosial. Merespons peristiwa tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan menambah kegiatan patroli di titik-titik rawan serta mengimbau masyarakat untuk kembali menggencarkan ronda malam guna mencegah aksi tawuran terulang.
Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat mengonfirmasi bahwa lokasi peristiwa yang terekam dalam video tersebut berada di wilayah perbatasan dengan Kota Bogor. Pada saat malam kejadian, aparat kepolisian sudah bersiaga dan berpatroli hingga dini hari di wilayah Cilebut tanpa adanya laporan bentrokan yang masuk.
"Kejadiannya di perbatasan dengan wilayah Kota Bogor. Tadi malam kita masih standby patroli sampai jam 4 pagi di Cilebut, belum ada laporan soal tawuran," ujar AKP Ade Rahmat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Patroli Gabungan di Titik Rawan
Menindaklanjuti potensi kerawanan di wilayah hukumnya, Polsek Sukaraja melaksanakan patroli terpadu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam). Kegiatan pengawasan lapangan ini dijalankan secara intensif berdasarkan instruksi langsung dari Kapolres Bogor untuk menekan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Fokus patroli gabungan tersebut mencakup antisipasi aksi tawuran, pergerakan kelompok gengster, tindak pidana C3 (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor), serta kejahatan jalanan lainnya. Dalam giat patroli tersebut, Kapolsek Sukaraja bersama jajaran Forkopincam terjun langsung memantau area perbatasan.
"Semalam, saya standby sampai pukul 04.00 WIB di Cilebut Timur, Babakan Sirna perbatasan dengan Bojong Gede, bareng Forkopincam," imbuh Ade.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dorong Pengaktifan Siskamling
Selain mengoptimalkan patroli bergerak, Polsek Sukaraja telah berkoordinasi secara berjenjang dengan pihak kecamatan hingga para kepala desa. Koordinasi ini bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan memperkuat penjagaan di pos ronda masing-masing lingkungan.
Untuk menyusun langkah preventif jangka panjang, jajaran Forkopincam juga menjadwalkan agenda pertemuan khusus guna membahas skema pencegahan tawuran secara komprehensif. "Rencana Forkopincam rapat segera membahas masalah tawuran tersebut, bagaimana kita harus mengantisipasinya," pungkas Ade.






