Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji usulan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) yang digelar dua kali sepekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk mendorong perbaikan kualitas lingkungan di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa kajian teknis sedang berlangsung dan keputusan mengenai titik lokasi CFD tambahan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Pramono menegaskan, jika CFD pada hari Sabtu disetujui, penerapannya tidak bisa dilakukan secara bersamaan di dua jalur protokol utama sekaligus, yaitu Jalan Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said.
Pemerintah provinsi berencana memilih salah satu jalur saja agar tidak memicu gangguan pada kegiatan ekonomi yang masih berjalan pada akhir pekan. Pertimbangan utama penentuan rute adalah menjaga operasional perkantoran yang masih masuk kerja, aktivitas perhotelan, serta operasional kawasan pertokoan di sekitar area tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dukungan Alternatif Waktu dan Pengurangan Polusi
Wacana penambahan hari pelaksanaan CFD ini memicu beragam tanggapan dari warga Jakarta. Sejumlah warga menyambut baik rencana tersebut karena dinilai memberikan fleksibilitas jadwal olahraga sekaligus mengurangi kepadatan pengunjung CFD pada hari Minggu.
Finska, warga Jakarta Pusat, menyatakan setuju terhadap usulan tersebut mengingat jadwal libur masyarakat tidak seragam. Opsi hari Sabtu dinilai dapat memecah keramaian agar tidak bertumpu di hari Minggu. Ia juga mengusulkan agar rute CFD pada hari Sabtu dibuat berbeda dari rute hari Minggu untuk menghadirkan variasi suasana bagi warga.
Dukungan serupa diutarakan Ranti, warga Jakarta Timur, yang menilai tersedianya dua pilihan jadwal dapat mengurangi kepadatan jalur olahraga. Sementara itu, Titin Adriani, warga Pulogadung, memandang CFD Sabtu berdampak positif bagi upaya pengurangan volume kendaraan dan polusi udara setelah jalanan dipadati lalu lintas sejak Senin hingga Jumat. Kendati demikian, Titin menyarankan agar durasi CFD Sabtu dipersingkat dan tidak digelar sampai siang hari agar arus kendaraan tetap terakomodasi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kekhawatiran Terhadap Mobilitas Pekerja
Di sisi lain, kekhawatiran disuarakan oleh warga yang menilai pelaksanaan CFD pada hari Sabtu berpotensi menghambat aktivitas masyarakat yang masih harus bekerja. Apri, warga Jakarta Selatan, menilai wacana tersebut belum mendesak untuk diterapkan.
Menurut Apri, sebagian pekerja di Jakarta masih memiliki jadwal kerja pada hari Sabtu, baik sif pagi maupun sore. Penutupan akses jalan protokol dikhawatirkan mengganggu mobilitas harian pekerja dan berisiko memindahkan kemacetan lalu lintas ke ruas jalan lain di sekitarnya.






