Ribuan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat menghadapi krisis pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang yang memicu bencana kekeringan ekstrem. Di lapangan, keterbatasan sumber air memaksa sebagian warga memanfaatkan aliran sungai maupun saluran irigasi dengan kondisi tidak layak guna memenuhi kebutuhan mencuci hingga mandi.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong seluruh pihak terkait agar menangani bencana kekeringan di Jawa Barat secara serius dan terkoordinasi. Penegasan ini disampaikan Saan saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026).
Saan menyampaikan bahwa pihak parlemen telah mengantisipasi dampak kemarau ini dengan turun langsung memeriksa wilayah terdampak. Langkah tersebut diambil guna memastikan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bantuan darurat dan perbaikan suplai air bersih berjalan optimal.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Peninjauan Dampak Kekeringan di Cirebon
Sebelumnya pada Minggu (30/8), Saan meninjau langsung permukiman warga di Desa Slangit, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw serta jajaran balai teknis terkait.
Agenda peninjauan turut dihadiri jajaran pimpinan daerah, meliputi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, hingga aparat pemerintah desa setempat. Peninjauan bersama ini difokuskan pada pemetaan titik krisis dan penanganan teknis bagi wilayah yang mengalami kekeringan parah.
Ribuan Keluarga Membutuhkan Bantuan Air Bersih
Berdasarkan data kondisi kekeringan tahun 2026 di Kabupaten Cirebon, fenomena kekeringan ekstrem melanda enam kecamatan. Dampak cuaca kering berkepanjangan ini tercatat memengaruhi 8.137 jiwa atau setara 3.323 keluarga yang kini sangat bergantung pada pasokan bantuan air bersih.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Desa Slangit menjadi salah satu kawasan dengan dampak paling parah. Sekitar 4.000 warga di desa tersebut terdampak secara langsung dan telah berhadapan dengan persoalan sulitnya akses air bersih dalam kurun waktu yang panjang.
Politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem tersebut menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mengawal penyelesaian masalah ketersediaan air bersih di daerah-daerah terdampak bersama kementerian dan pemangku kepentingan terkait.






