Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan. Dave meminta proses pencarian para korban dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan, terlebih operasi pencarian telah memasuki hari keempat pada Sabtu, 12 September 2026.
Dave menilai hilangnya rombongan jurnalis dan kru kapal di perairan Selat Sunda merupakan situasi yang sangat serius serta membutuhkan perhatian penuh. Ia menegaskan bahwa keselamatan para korban dan upaya penemuan mereka di lapangan harus menjadi prioritas utama.
Dalam keterangannya, Dave juga memahami besarnya tantangan yang dihadapi petugas dalam operasi penyelamatan di wilayah tersebut. Operasi pencarian di perairan Selat Sunda memiliki tingkat kesulitan tersendiri akibat kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta faktor cuaca yang dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kronologi Hilangnya Rombongan di Selat Sunda
Peristiwa hilangnya rombongan peliput ini bermula ketika lima jurnalis bersama tiga kru bertolak menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah berangkat melaut, komunikasi terakhir antara korban dan rekan jurnalis di Lampung sempat terjalin pada pukul 14.42 WIB. Namun, kontak dengan rombongan tersebut terputus total sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak hilangnya komunikasi tersebut, keberadaan seluruh jurnalis dan kru kapal belum diketahui.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Daftar Jurnalis dan Kru Kapal yang Dicari
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak dalam peristiwa ini terdiri dari Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Selain para pewarta, tiga kru kapal yang mendampingi perjalanan mereka dan turut hilang adalah Kapten Kapal Warta (55), anak buah kapal (ABK) Surakman (60), serta pemandu (guide) Heriyanto (49). Hingga kini, tim gabungan terus berupaya menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari dan menemukan seluruh korban.






