Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pihak apotek dan toko penjual masker untuk tidak memanfaatkan situasi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menaikkan harga masker secara berlipat-lipat. Menurut legislator Partai Golkar tersebut, akses masyarakat terhadap perlengkapan pelindung diri harus tetap terjaga tanpa terbebani lonjakan harga.
Hal tersebut disampaikan Yahya menyusul kekhawatiran terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan telah mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Abu vulkanik dinilai sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang terpapar secara langsung saat beraktivitas di luar ruangan.
Yahya menjelaskan bahwa abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi saluran pernapasan dan berisiko memicu iritasi jika mengenai mata karena mengandung silika. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mengenakan masker demi menjaga sistem pernapasan dan menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari bahaya iritasi selama berada di luar rumah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Guna mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Yahya turut meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Sinergi kedua pihak dibutuhkan guna memastikan kesiapan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan yang diperlukan jika muncul lonjakan penyakit pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Kemenkes dan Pemda DKI juga diminta untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi publik. Melalui sosialisasi di kanal digital tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahaya abu vulkanik dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Yahya pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi fenomena abu vulkanik ini. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan pemerintah sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok yang rentan terpapar langsung seperti para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum.






