Generasi Z yang disiapkan menjadi calon pemimpin masa depan dituntut tidak hanya menguasai kecakapan teknis dan ilmu pengetahuan, melainkan juga memegang teguh adab, karakter, dan keimanan. Keseimbangan kedua fondasi tersebut dinilai mutlak agar lompatan kemajuan teknologi tidak berjalan hampa nilai.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat memberikan pidato pembuka pada Musyawarah Kerja Nasional I Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Aula Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9).
Bima Arya menegaskan bahwa calon pemimpin bangsa memerlukan dua modal utama untuk menghadapi tantangan zaman. Modal pertama adalah kompetensi, sains, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan modal kedua yang tidak kalah krusial adalah karakter serta kebijaksanaan (wisdom).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tantangan Transformasi Menuju Negara Maju
Dorongan penguatan kapasitas generasi muda ini berkaca pada realitas demografi dan kompetisi global. Merujuk pada data SUPAS 2025, gabungan populasi generasi Z dan generasi milenial saat ini telah mencakup hampir 50 persen dari total penduduk Indonesia. Besarnya proporsi kelompok usia produktif ini menjadi penentu arah pembangunan nasional ke depan.
Di sisi lain, Bima Arya memaparkan catatan Bank Dunia yang menunjukkan sulitnya keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Sejak era 1990-an, tercatat hanya 34 dari 142 negara berpendapatan menengah di dunia yang sanggup bertransformasi menjadi negara berpendapatan tinggi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kondisi tersebut menuntut kesiapan menyeluruh dari generasi muda agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia dapat dikonversi menjadi kemajuan nyata, bukan sekadar angka statistik.
Agenda Musyawarah Kerja Nasional I PP Pemuda PERSIS di Gedung Merdeka tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi keagamaan tersebut, antara lain Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zaenudin, Ketua Dewan Hisbah PP PERSIS Zae Nandang, serta Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Hilman Rasyid.






