Pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia kini ditempatkan sebagai pilar krusial dalam agenda transformasi nasional. Jika sebelumnya kawasan ini kerap dihadapkan pada ketertinggalan infrastruktur dan hambatan akses, percepatan realisasi berbagai agenda strategis kini diarahkan untuk menjadikan Indonesia Timur motor penggerak menuju visi Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk saat memberikan pidato kunci dalam gelaran National Building Conference 2026 di Gedung Dome Harvest, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (29/8).
Ribka memaparkan bahwa Indonesia saat ini memiliki modal demografi yang solid untuk mencapai target jangka panjang tersebut. Dengan total populasi sekitar 286 juta jiwa serta sokongan bonus demografi, potensi sumber daya manusia menjadi aset utama yang harus diimbangi dengan pemerataan program pembangunan di seluruh penjuru wilayah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Fokus Asta Cita dan Tantangan PSN
Untuk menjembatani akselerasi di wilayah timur, pemerintah mengintegrasikan langkah melalui program prioritas nasional Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden. Program-program tersebut meliputi inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan lewat optimalisasi lahan pertanian dan lumbung pangan, pembangunan sekolah terintegrasi, hingga percepatan pengentasan kemiskinan.
Meski demikian, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Indonesia Timur, khususnya di tanah Papua, masih menghadapi sejumlah dinamika dan tantangan nyata di lapangan. Ribka menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif masyarakat lokal serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar proyek infrastruktur dapat terselesaikan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kelancaran pembangunan tersebut, lanjut Ribka, wajib dilandasi penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Prinsip ini mencakup partisipasi, transparansi, responsivitas, supremasi hukum, akuntabilitas, visi strategis, efektivitas dan efisiensi, keadilan serta kesetaraan, konsensus, profesionalisme, dan integritas.
Acara National Building Conference 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan legislatif dan tokoh masyarakat, antara lain Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Filep Wamafma, Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah Diben Elaby, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Johni Jonatan Numberi, Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua Rosaline Irene Rumaseuw, serta Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Internasional Harvest Indonesia Daniel Runtuwene.






