Sebanyak 114 rumah di kawasan permukiman padat penduduk ludes dan rusak akibat kebakaran hebat yang melanda wilayah Gambir, Jakarta Pusat. Insiden ini berdampak langsung pada puluhan kepala keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Jalan Batu Ceper 9, RT 009/RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8) sekitar pukul 13.30 WIB.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ketua RT setempat, Toni, menduga bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting atau hubungan pendek arus listrik. Toni menjelaskan bahwa saat api mulai membesar, situasi di permukiman sedang relatif sepi lantaran banyak warga yang tengah pergi melayat dan mengantar jenazah tetangga mereka yang meninggal dunia. Kondisi lingkungan yang kosong tersebut membuat kemunculan api terlambat disadari warga sekitar.
Kepanikan saat detik-detik peristiwa berlangsung turut dirasakan oleh Yani, warga setempat yang rumahnya ikut terdampak. Yani menuturkan bahwa ia pertama kali mengetahui adanya kebakaran dari sang anak yang saat itu berada di rumah seorang diri untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menyadari ancaman api yang kian dekat, Yani langsung meminta anaknya mengamankan dokumen-dokumen penting dan segera memprioritaskan keselamatan jiwa.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pascamusibah yang menghanguskan permukiman tersebut, warga yang mengungsi mulai mendapatkan uluran tangan dari para sukarelawan di lapangan. Bantuan awal yang telah diterima para penyintas di antaranya berupa pakaian layak pakai guna memenuhi kebutuhan mendesak para korban kebakaran.






