Kepanikan kembali melanda warga di Distrik Nuwakot, Nepal, setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan evakuasi darurat pada Jumat (28/8/2026). Warga diminta segera meninggalkan permukiman menyusul meluapnya danau alami yang terbentuk akibat longsor di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet.
Luapan air yang terjadi pada Jumat pagi tersebut mengancam wilayah hilir yang sebelumnya telah porak-poranda akibat terjangan banjir bandang dua hari lalu. Ancaman banjir susulan ini memaksa tim penyelamat di kawasan Trishuli untuk menghentikan sementara operasi pencarian dan pertolongan demi keselamatan.
Petugas di lapangan menyisir permukiman dan mengarahkan warga menjauhi zona bahaya dengan menggunakan pengeras suara serta tiupan peluit. Menyusul peringatan tersebut, warga terdampak mulai berdatangan ke lokasi yang lebih aman, termasuk seorang perempuan terdampak banjir dan longsor yang tiba di Barak Maithali, sebuah pusat pelatihan militer di Trishuli, Distrik Nuwakot.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pembentukan Danau dan Operasi Penyelamatan
Danau tersebut terbentuk setelah reruntuhan gletser memicu tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal-Tibet. Material longsor itu kemudian membendung aliran air dan menciptakan bendungan alami berukuran besar. Luasnya genangan air di balik bendungan alami tersebut terekam dalam video drone yang dirilis oleh pihak berwenang China pada Kamis (27/8/2026).
Sementara tim SAR di Trishuli menunda operasinya akibat luapan air, tim penyelamat China kembali melanjutkan operasi di kawasan perbatasan pada Jumat setelah menilai tingkat risiko di lapangan masih dapat ditangani.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Bencana hidrometeorologi yang melanda dua hari sebelumnya telah memicu dampak mematikan di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China. Bencana dahsyat tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 489 orang dan menyebabkan hampir 1.000 orang lainnya masih hilang.
Meskipun sejumlah negara telah menawarkan bantuan pencarian dan penyelamatan karena adanya warga negara asing yang turut hilang, pemerintah Nepal menyatakan bahwa pihaknya saat ini belum memerlukan bantuan SAR dari pihak internasional.






