Pernahkah Anda menerima pesan singkat yang menawarkan komisi besar hanya dengan menyelesaikan tugas mudah seperti memberikan tanda suka pada produk? Modus penawaran kerja sama program afiliasi palsu kini marak beredar dan menjebak banyak korban. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan nama besar Shopee untuk mengelabui masyarakat, mulai dari kedok pemulihan akun hingga undangan bergabung ke dalam program afiliasi ilegal.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat ada sekitar 405.000 laporan penipuan transaksi online sepanjang tahun 2017 hingga 2024. Angka ini menunjukkan betapa rawannya ruang digital kita dari berbagai modus penipuan. Penipu online sering kali berpura-pura menjadi karyawan platform e-commerce besar, penjual di marketplace, bahkan kurir pengantar barang untuk memuluskan aksinya. Kepopuleran platform ini, seperti keberhasilan Shopee Live yang mencatat penjualan hingga 1 miliaran produk UMKM sepanjang tahun 2024, dimanfaatkan oleh pelaku untuk menciptakan skema penipuan yang terlihat meyakinkan bagi calon korban.
Bagaimana sebenarnya modus penipuan berkedok tim Shopee Affiliates ini dijalankan?
Biasanya, pelaku yang berpura-pura menjadi tim Shopee Affiliates akan menawarkan misi tertentu atau pekerjaan paruh waktu. Korban diminta melakukan tindakan sederhana seperti memberikan ulasan produk, menyukai tautan tertentu, atau bahkan mentransfer sejumlah uang sebagai deposit. Pelaku menjanjikan komisi yang menggiurkan setelah misi selesai. Namun, setelah korban mengirimkan uang atau menyelesaikan tugas, komisi yang dijanjikan tidak pernah dibayarkan dan pelaku menghilang begitu saja.
Apa saja data sensitif yang diincar oleh para pelaku penipuan ini?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain meminta transfer uang untuk deposit misi, pelaku penipuan yang mencatut nama Shopee ini juga mengincar data pribadi korban. Mereka akan mencoba meminta kode OTP atau informasi penting lainnya. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan menginstruksikan korban untuk mengajukan pinjaman online atau mengaktifkan layanan PayLater. Tindakan ini sangat berbahaya karena dapat meninggalkan beban utang yang besar atas nama korban, sementara uang hasil pinjaman tersebut dialihkan ke rekening pelaku.
Bagaimana cara mengenali akun dan saluran komunikasi resmi milik Shopee?
Untuk menghindari jebakan ini, Anda harus mengenali saluran komunikasi resmi yang digunakan oleh Shopee. Akun WhatsApp resmi Shopee selalu dilengkapi dengan tanda centang biru terverifikasi, seperti akun Shopee Indonesia, Shopee Customer Service, dan Shopee Security. Untuk media sosial lainnya, Shopee menggunakan akun Instagram resmi @shopeeid dan @shopeecareid dengan centang biru, serta akun X @ShopeeID dan @ShopeeCare yang memiliki tanda verifikasi berupa centang emas.
Selain media sosial, Shopee juga mengoperasikan beberapa komunitas resmi di platform Telegram. Komunitas tersebut meliputi Shopee Affiliate Community, Shopee Affiliate Squad, Shopee Affiliate Newsletter, dan Komunitas Kampus Shopee. Jika Anda dihubungi oleh akun di luar daftar resmi ini atau akun yang tidak memiliki lencana verifikasi yang sesuai, Anda patut mencurigainya sebagai upaya penipuan. Untuk panggilan telepon, nomor resmi yang digunakan untuk verifikasi akun, survei pengguna, serta layanan pelanggan lainnya adalah 1500702.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Langkah apa yang harus dilakukan jika menerima pesan tawaran afiliasi yang mencurigakan?
Apabila Anda mendapatkan pesan atau tawaran kerja sama yang meragukan, jangan terburu-buru mengikuti instruksi yang diberikan. Shopee menyediakan fitur khusus di dalam aplikasinya untuk membantu pengguna memverifikasi informasi. Anda dapat membuka aplikasi Shopee, lalu masuk ke tab Saya, pilih Pusat Bantuan, dan klik menu Cek Fakta. Fitur ini dirancang untuk memastikan apakah pesan atau tawaran yang Anda terima benar-benar berasal dari pihak Shopee atau hanya modus penipuan. Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, layanan pelanggan resmi Shopee juga siaga melayani pengguna selama 24 jam setiap hari.
Harap diingat bahwa informasi mengenai modus penipuan ini didasarkan pada laporan resmi yang ada hingga saat ini. Metode yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber dapat terus berkembang dan berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kewaspadaan pribadi dan verifikasi mandiri melalui saluran resmi tetap menjadi perlindungan terbaik agar tidak menjadi korban penipuan transaksi online.






