Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sempat menyelimuti sejumlah kawasan Jabodetabek mulai ditangani melalui pembersihan jalur darat. Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan armada taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyemprot dan membasahi sejumlah ruas jalan protokol pada Minggu (6/9/2026).
Langkah pembasahan ini difokuskan untuk mengikat endapan abu vulkanik di atas aspal agar partikel debu tidak kembali beterbangan saat dilintasi arus lalu lintas kendaraan. Sebelumnya, abu vulkanik dilaporkan meluas ke beberapa titik di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, hingga Bekasi.
Titik Penyemprotan di Jabodetabek
Operasi pembersihan jalan melibatkan pembagian tugas lintas batalyon guna menjangkau rute-rute utama:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Jakarta Pusat: Jalur penyemprotan membentang dari kawasan Patung Kuda, melintasi Bank Indonesia dan Sarinah, hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).
- Jakarta Timur: Personel Batalyon B menyisir koridor Cipinang, Rawamangun, hingga kawasan industri Pulogadung.
- Tangerang Selatan: Batalyon C membasahi badan jalan di Jl RE Martadinata serta Jl Pondok Cabe Raya.
- Kabupaten Bekasi: Batalyon D difokuskan menangani Jl Raya Tegal Danas di Cikarang Pusat.
Setiap unit rantis AWC yang dikerahkan membawa kapasitas 6.000 liter air untuk memastikan permukaan jalan basah merata tanpa memicu genangan berlebih.
Imbauan Keselamatan untuk Pengendara
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menyampaikan bahwa pengerahan water cannon ini merupakan respons cepat mitigasi dampak material vulkanik di ruang publik.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di sela penyemprotan, personel di lapangan turut memberikan imbauan langsung menggunakan pengeras suara. Warga dan pengguna jalan diminta tetap tenang, mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan. Para pengendara juga diimbau menurunkan laju kecepatan kendaraan guna mengantisipasi jalan licin akibat percampuran air dan debu vulkanik.






