Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan armada truk water mist untuk menyemprot sejumlah ruas jalan di Jakarta menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah cepat ini dijalankan sebagai upaya meredam debu yang menyelimuti kawasan ibu kota.
Operasi penyemprotan jalan dilakukan secara bertahap sejak Minggu (6/9/2026) sore. Truk water mist dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) dikerahkan ke seluruh wilayah kota atas instruksi langsung dari Gubernur Pramono Anung.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menjelaskan bahwa pengerahan water mist ini bertujuan menekan debu agar tidak beterbangan hingga mengganggu jarak pandang pengendara di jalan. Selain itu, langkah tersebut diambil untuk meminimalkan paparan partikel abu vulkanik di ruang publik.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rute Penyemprotan dan Koordinasi Kualitas Udara
Dalam pelaksanaannya, kendaraan penyemprot beroperasi menyusuri sejumlah koridor jalan raya. Rute penyemprotan meliputi jalur Rasuna Said menuju Pejaten Village, serta rute Plaza Semanggi hingga Jembatan Cawang melalui Jalan Gatot Subroto dan Jalan MT Haryono.
Guna mengantisipasi dampak lingkungan yang lebih luas, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penerapan PJJ dan Protokol Kesehatan 5M
Menyikapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI Jakarta juga memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk semua sekolah mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi demi menjaga kesehatan serta keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Nahdiana menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung.
Di samping itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan 5M. Warga diminta disiplin memakai masker, menutup pintu, jendela, dan sumber air, membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, membersihkan abu dengan membasahinya terlebih dahulu, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.






