PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton menetapkan target perolehan kontrak baru sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2026. Target tersebut didukung oleh langkah konsisten perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja operasional sekaligus mengoptimalkan potensi pasar, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Hingga periode Juni 2026, WIKA Beton telah mencatatkan perolehan kontrak senilai Rp 1,97 triliun. Capaian ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus mengejar sisa target kontrak hingga pengujung tahun 2026 seiring dengan berbagai proyek konstruksi yang sedang dan akan berjalan.
Sejalan dengan perolehan kontrak tersebut, kinerja keuangan WTON pada paruh pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang Semester H1-2026, WIKA Beton membukukan laba bersih sebesar Rp 4,74 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 9,14 persen. Peningkatan perolehan laba ini didorong oleh penerapan strategi manajemen yang berfokus pada penguatan efisiensi kerja di berbagai lini operasional serta pelaksanaan divestasi aset-aset nonproduktif.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Ekspansi Pasar Global dan Kemitraan Lokal
Untuk mendorong laju pertumbuhan bisnis dan merealisasikan target kontrak baru, WIKA Beton terus memperluas jangkauan operasionalnya ke pasar internasional. Ekspansi global ini dilakukan dengan menggarap sejumlah proyek strategis di luar negeri, antara lain proyek transportasi Metro Manila Subway di Filipina.
Selain proyek infrastruktur di Asia Tenggara tersebut, WTON juga melebarkan sayap ke Amerika Serikat dengan terlibat dalam pembangunan fasilitas gas untuk produksi Liquefied Natural Gas (LNG) di Alaska. Keterlibatan pada proyek internasional ini menegaskan kapabilitas teknis perseroan dalam memenuhi standar konstruksi di tingkat global.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dalam mengeksekusi proyek-proyek di mancanegara, termasuk di Filipina, WIKA Beton memperkuat kerja sama strategis dengan mitra lokal. Kolaborasi dengan pelaku industri setempat dinilai penting untuk mendukung kelancaran operasional dan mempermudah adaptasi terhadap kebutuhan proyek di masing-masing negara.
Upaya penguatan kinerja operasional, efisiensi, dan ekspansi mancanegara ini terus berjalan di bawah pengawasan jajaran dewan komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Yudha Permana Jayadikarta, guna memastikan tercapainya target korporasi secara berkelanjutan.






