Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) di bawah Kementerian Kehutanan memutuskan untuk menutup total seluruh aktivitas kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo dari semua pintu masuk mulai 12 September 2026. Penutupan akses wisata ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di kawasan taman nasional tersebut.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis, 10 September 2026, di kawasan Savana Pengol. Titik api kemudian menyebar dan merambat ke arah Gunung Kursi. Meski upaya pemadaman pada Jumat (11/9/2026) sempat membuahkan hasil dengan padamnya api arah Gunung Bromo pada pukul 18.30 WIB serta terkendalinya api di jalur Gunung Kursi, kobaran api baru kembali muncul di kawasan Pengol pada Sabtu (12/9/2026).
Embusan angin kencang mempercepat pergerakan api hingga mencapai Pos Jemplang sekitar pukul 16.20 WIB pada hari yang sama. Kondisi tersebut memaksa pengelola menutup jalur wisata demi keselamatan publik.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Mobilisasi Personel Gabungan dan Alat Pemadam
Untuk menangani titik api yang terus meluas, tim gabungan menerjunkan sebanyak 56 personel ke lokasi rawan. Kelompok awal ini terdiri atas personel BB TNBTS, Manggala Agni TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Kekuatan darat kemudian diperkuat oleh regu tambahan lintas wilayah, meliputi:
- 8 personel Manggala Agni BKSDA Bali
- 8 personel Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat
- 15 personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Jabalnusra
- 15 personel Balai Penegakan Hukum Kehutanan
- Dukungan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta jajaran TNI-Polri
Operasi pemadaman di darat menggunakan kombinasi metode mekanis dan manual, termasuk alat pemadam gepyok, jet shooter, dan engine blower. Petugas juga mengerahkan dua unit mobil tangki penyemprot air, dua unit mobil patroli, dua kendaraan pick-up, dan satu unit truk air untuk menyuplai air ke medan yang sulit dijangkau.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain penanganan di darat, operasi pemadaman jalur udara turut dikerahkan menggunakan helikopter water bombing dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Akses Wisata yang Masih Dibuka
Kendati kunjungan ke Gunung Bromo ditutup dari segala penjuru, BB TNBTS menyatakan bahwa destinasi wisata Ranu Regulo tetap dibuka untuk pengunjung. Aktivitas di Ranu Regulo masih beroperasi secara normal dengan tetap mengikuti ketentuan dan protokol keselamatan yang berlaku.






