Sebanyak 170 pesawat yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipastikan dalam kondisi aman di tengah penutupan sementara operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa ratusan armada tersebut merupakan pesawat yang tengah menjalani Remain Over Night (RON). Selama kebijakan penutupan wilayah udara diberlakukan, seluruh pesawat tetap ditempatkan dan diparkir di area apron bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan kepastian keselamatan armada tersebut dalam keterangan resminya pada Ahad (6/9/2026). Pihak otoritas dan pengelola bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang menjalani RON berada dalam kondisi yang aman dari dampak operasional yang timbul.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebaran Armada di Area Apron
Berdasarkan data penempatan armada di Bandara Soekarno-Hatta, sebanyak 170 pesawat yang berada di apron terdistribusi ke beberapa terminal dan fasilitas kargo bandara.
Rincian sebaran armada tersebut mencakup 66 pesawat yang berada di Terminal 1, 51 pesawat terparkir di Terminal 2, serta 49 pesawat di Terminal 3. Selain di terminal penumpang, terdapat empat unit pesawat yang ditempatkan di area kargo.
Kronologi Penutupan Operasional dan Hasil Pengujian
Langkah penutupan operasional sementara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta bermula dari pelaksanaan uji deteksi abu vulkanik (paper test). Uji awal dilakukan pada pukul 00.35 hingga 01.05 WIB dan memberikan hasil positif terhadap sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Menindaklanjuti temuan tersebut, operasional bandara ditutup sementara mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB sesuai dengan penerbitan NOTAM Nomor A3341/26 demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.
Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta selanjutnya melakukan paper test lanjutan pada pukul 06.05 hingga 06.35 WIB untuk memantau situasi terkini. Hasil pengujian berkala tersebut kembali mengonfirmasi adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. Kondisi ini membuat penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB sebagaimana diatur dalam NOTAM Nomor A3344/26.






