tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Aplikasi

AI Berkembang Pesat, Indonesia Perlu Bangun Kapasitas Teknologi

Andi SompaDiterbitkan 6 Sep 2026 - 00.41 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AI Berkembang Pesat, Indonesia Perlu Bangun Kapasitas Teknologi
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Indonesia didorong untuk membangun kapasitas teknologi secara mandiri dan tidak sekadar memosisikan diri sebagai pasar konsumen di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) global. Penguatan riset, infrastruktur, talenta, dan regulasi dinilai krusial agar adopsi digital mampu bertransformasi menjadi kedaulatan teknologi nasional.

Isu strategis tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian World Encounter Summit 2026 di Bali. Forum lintas sektor ini mengumpulkan pemimpin pemerintahan, pemuda, akademisi, tokoh agama, korporasi teknologi, serta elemen masyarakat sipil dari lima benua.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa tingginya angka pemanfaatan AI di kalangan generasi muda Indonesia harus diimbangi dengan fondasi pengembangan yang terstruktur. Menurutnya, pemanfaatan alat digital oleh masyarakat tidak dengan sendirinya mencerminkan daya saing teknologi suatu negara.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

"Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional," ujar Meutya. Ia menambahkan bahwa dinamika ini justru memberikan momentum bagi Indonesia untuk merancang dan memproduksi inovasi teknologi sendiri, alih-alih terus bergantung pada produk AI dari luar negeri.

Langkah menuju kemandirian teknologi juga ditekankan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI Luhut B. Pandjaitan. Ia menyatakan bahwa Indonesia perlu mengakselerasi kapasitas teknologinya lewat pendekatan berkelanjutan, terutama melalui integrasi energi bersih dan penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

Perhelatan di Bali ini diawali dengan Bali Harmony Dialogue di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pada Kamis (3/9/2026), lalu diteruskan dengan agenda XI International Scholas Chairs Congress 2026 pada 4–6 September 2026.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam forum tersebut, peserta membedah kesenjangan kapasitas antarnegara terkait akses data, daya komputasi (computing power), infrastruktur digital, ketersediaan talenta terampil, hingga tata kelola teknologi. Diskusi turut menyoroti implikasi AI terhadap dunia pendidikan, dinamika ketenagakerjaan, kesehatan mental kaum muda, keberlangsungan demokrasi, serta relasi sosial.

Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes Maria Paz Jurado mengingatkan bahwa perkembangan AI tidak boleh dipandang sebatas pencapaian teknis mesin semata. Pendekatan terhadap AI perlu difokuskan pada pembangunan manusia seutuhnya, di mana pemerataan manfaat teknologi harus senantiasa berpijak pada prinsip keadilan sosial, ekonomi, moral, dan perlindungan lingkungan.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kecerdasan BuatanTeknologi Digital

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan · 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap