Aksi kejar-kejaran kendaraan yang melibatkan satu unit mobil pikap dan warga terjadi di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengemudi mobil pikap Daihatsu Gran Max berinisial JD berupaya melarikan diri setelah kendaraannya terlibat kecelakaan dengan sepeda motor, hingga akhirnya dihentikan paksa dan dirusak massa di sekitar kawasan SICC.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Bogor segera mengamankan pengemudi untuk mengantisipasi potensi amukan massa yang lebih luas sekaligus mendalami motif serta rangkaian peristiwa tersebut.
Bagaimana Kronologi Tabrakan Pikap dan Motor di Sentul Bogor?
Peristiwa tabrakan ini berawal saat mobil pikap Daihatsu Gran Max yang dikemudikan oleh JD melaju dari arah lampu merah Simpang PDAM menuju kawasan Sentul City. Perjalanan kendaraan tersebut awalnya berlangsung normal hingga memasuki simpang jalan berikutnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman menjelaskan bahwa benturan terjadi setibanya kendaraan di area lampu merah Sentul. Di persimpangan tersebut, mobil pikap yang dikendarai JD bersenggolan dengan sepeda motor Yamaha N-Max yang berada di jalur yang sama.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setelah terjadi benturan dengan sepeda motor tersebut, pengemudi pikap tidak menghentikan kendaraannya untuk menolong korban atau mengecek dampak senggolan. Mobil tersebut justru terus dipacu menjauh dari titik kejadian, memicu reaksi dari warga dan pengendara lain yang menyaksikan insiden untuk melakukan pengejaran.
Mengapa Sopir Pikap Memilih Kabur dan Nyaris Menabrak Polisi?
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian terhadap pengemudi berinisial JD, alasan utama tindakan melarikan diri tersebut dipicu oleh kepanikan. JD mengaku panik dan ketakutan saat melihat kerumunan warga serta pengendara lain langsung mengejar kendaraannya usai insiden di lampu merah Sentul.
Kepanikan sopir tersebut membuat situasi di jalan raya kian membahayakan pengguna jalan lainnya. Ipda Ares Rahman menyampaikan bahwa selama aksi pengejaran berlangsung menuju kawasan Sentul, laju mobil pikap JD bahkan sempat hampir menabrak petugas kepolisian yang sedang bertugas.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pelarian mobil pikap Daihatsu Gran Max tersebut akhirnya terhenti di sekitar kawasan Sentul International Convention Center (SICC). Di lokasi inilah sejumlah warga dan pengendara yang mengejar melampiaskan kemarahan mereka dengan merusak kendaraan pikap tersebut sebelum aparat penegak hukum tiba di lokasi.
Bagaimana Penanganan Polisi dan Status Hukum Sopir Pikap?
Petugas kepolisian langsung bertindak cepat dengan mengamankan sopir JD di sekitar SICC. Langkah ini diambil secara tepat waktu demi mencegah eskalasi amukan massa yang dapat berakibat fatal pada keselamatan pengemudi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian langkah penanganan hukum terkait kasus kecelakaan lalu lintas serta rangkaian peristiwa setelahnya:
- Pengamanan Pengemudi: JD telah diamankan di kantor polisi dan status hukumnya saat ini masih berstatus sebagai saksi sembari menjalani pemeriksaan mendalam mengenai kronologi tabrakan serta aksi pelariannya.
- Penyelidikan Muatan Drum: Mobil pikap yang dikendarai JD diketahui tengah mengangkut sejumlah muatan drum. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan peruntukan serta isi sebenarnya dari drum-drum tersebut.
- Pengamanan Barang Bukti: Unit kendaraan Daihatsu Gran Max yang mengalami kerusakan akibat tindakan warga di sekitar SICC telah disita kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.






