tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi

Alasan Strategis Danantara Berinvestasi di Industri Protein Bersama JBS Group

Sri NugrohoDiterbitkan 9 Sep 2026 - 05.24 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Strategis Danantara Berinvestasi di Industri Protein Bersama JBS Group
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi menjalin kemitraan strategis dengan salah satu produsen protein terbesar di dunia, JBS Group. Kerja sama investasi skala besar ini dirancang untuk mengembangkan sektor dan bisnis protein di Tanah Air secara berkelanjutan.

Langkah ekspansi tersebut hadir di tengah dorongan pemenuhan kebutuhan pangan berkualitas bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Danantara dan JBS Group menggabungkan kapasitas pendanaan dan keahlian industri guna membangun rantai pasok protein hewani yang kuat di pasar domestik.

Mengapa Sektor Protein Jadi Fokus Utama Investasi Danantara?

Keputusan Danantara menanamkan modal di sektor protein didorong oleh sejumlah pertimbangan strategis, terutama kesenjangan tingkat konsumsi serta potensi pertumbuhan pasar yang sangat besar. Saat ini, tingkat konsumsi protein masyarakat Indonesia tercatat masih berada sekitar 40% di bawah rata-rata konsumsi protein di negara-negara yang sudah berkembang.

Di sisi lain, basis pasar konsumen sangat masif dan terus bertumbuh. Populasi penduduk Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 280 juta jiwa, sementara populasi di kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan sudah hampir mencapai 800 juta jiwa. Potensi demografi ini membuka ruang pertumbuhan yang luas bagi industri penyedia pangan bernutrisi.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain faktor demografi dan tingkat konsumsi gizi, adanya target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% turut menjadi landasan utama proyeksi bisnis ini. Pahala Nugraha Mansury menilai bahwa kombinasi antara target pertumbuhan ekonomi 8%, pertambahan jumlah penduduk, dan peningkatan konsumsi protein per kapita akan mendorong lonjakan permintaan terhadap bahan makanan, khususnya produk-produk sumber protein.

Berapa Nilai Investasi dan Bagaimana Skema Pengembangannya?

Kemitraan antara BPI Danantara dan JBS Group melibatkan komitmen modal berskala internasional. Dalam kesepakatan ini, Danantara dan JBS Group masing-masing akan menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 2,5 miliar. Dengan pembagian modal yang setara tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai US$ 5 miliar.

Total dana himpunan sebesar US$ 5 miliar tersebut akan difokuskan secara terarah untuk pengembangan bisnis protein di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun pertama. Alokasi modal pada tahap awal ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas, infrastruktur produksi, dan penguatan pasokan protein di dalam negeri.

Apa Saja Sumber Protein yang Disasar dalam Kerja Sama Ini?

Dalam rencana pengembangan bisnisnya, Danantara menyasar portofolio komoditas yang luas dan tidak terpaku pada satu komoditas tunggal. Fokus pengembangan diarahkan pada diversifikasi berbagai jenis sumber protein hewani yang menjadi konsumsi pokok masyarakat.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Komoditas yang menjadi target utama meliputi daging sapi, ikan, ayam, serta beragam sumber protein lainnya. Diversifikasi komoditas hewani ini ditujukan untuk merespons kebutuhan konsumsi harian masyarakat Indonesia yang beragam, sekaligus memperkuat ketersediaan pasokan pangan hewani secara menyeluruh.

Siapa JBS Group dan Apa Peran Strategisnya?

JBS Group merupakan pemain utama dalam industri pengolahan protein global. Perusahaan ini berasal dari Brasil dan telah mencatatkan sahamnya (listing) di pasar modal Amerika Serikat. Rekam jejak operasional JBS di berbagai negara menjadi nilai tambah penting dalam kemitraan investasi ini.

Di kawasan Pasifik, JBS tercatat memiliki keunggulan operasional yang dominan. Perusahaan ini mengoperasikan berbagai aset produksi di Australia dengan penguasaan pangsa pasar mencapai antara 45% sampai dengan 50%. Pengalaman internasional serta keandalan operasional JBS Group diharapkan dapat mendukung realisasi target Danantara dalam mengembangkan industri protein nasional yang berdaya saing tinggi.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPI DanantaraIndustri ProteinJBS GroupInvestasi Pangan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap