Peristiwa bencana alam di masa lalu sering kali menjadi cetak biru penting bagi kesiapsiagaan mitigasi bencana modern, terutama untuk melindungi infrastruktur dan roda ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu peristiwa bersejarah yang kembali menjadi sorotan adalah gempa megathrust dan tsunami dahsyat di Laut Banda yang terjadi 397 tahun lalu sebelum artikel ini ditulis. Saat bencana tersebut terjadi, para nelayan yang sedang berada di laut lepas sama sekali tidak menyadari adanya tanda-tanda air laut yang tidak biasa. Namun, ketika mereka hendak menepi, pesisir Banda telah berubah menjadi lokasi bencana yang luluh lantak. Melalui pemodelan ilmiah dan catatan sejarah, para peneliti terus berupaya memetakan risiko di wilayah perairan timur Indonesia ini guna memperkuat mitigasi dan meminimalkan dampak kerusakan. Berikut adalah rangkuman informasi penting mengenai peristiwa bersejarah tersebut serta potensi risikonya saat ini.








