tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/News Update

Ancaman Krisis Pangan Hantam Eropa, Kerugian Ekonomi Tembus Rp3.734 Triliun

Andi SompaDiterbitkan 21 Agu 2026 - 03.22 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ancaman Krisis Pangan Hantam Eropa, Kerugian Ekonomi Tembus Rp3.734 Triliun
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kawasan Uni Eropa saat ini tengah berada dalam bayang-bayang ancaman krisis pangan yang cukup mengkhawatirkan. Gelombang panas ekstrem yang terjadi secara beruntun tanpa henti melanda wilayah tersebut sepanjang musim panas tahun ini menjadi pemicu utama dari situasi sulit ini. Berdasarkan pemantauan dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, bulan Juni dan Juli lalu telah resmi tercatat sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah wilayah Eropa Barat. Kondisi suhu yang melonjak tinggi ini secara langsung menekan sektor pertanian setempat, memicu kekhawatiran meluas mengenai stabilitas pasokan makanan di benua tersebut.

Dampak dari cuaca ekstrem ini sudah mulai dirasakan secara nyata oleh para pelaku industri pangan. Para produsen pertanian di berbagai penjuru benua Eropa kini mulai menyuarakan peringatan keras terkait penurunan tajam hasil panen mereka. Tekanan iklim yang ekstrem ini berdampak langsung pada produktivitas lahan pertanian. Para ekonom meyakini bahwa anjloknya volume panen ini akan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

Ancaman terhadap rantai pasok makanan ini diproyeksikan belum akan mereda dalam waktu dekat. Layanan Perubahan Iklim Copernicus memperingatkan bahwa risiko berkelanjutan dari gelombang panas masih akan terus membayangi sebagian besar wilayah Eropa sepanjang bulan Agustus hingga September. Cuaca panas yang berkepanjangan ini berpotensi terus memperburuk kondisi irigasi dan ketersediaan air bagi lahan agrikultur di berbagai negara anggota Uni Eropa.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Di Prancis, krisis air telah mencapai tingkat yang sangat kritis. Cadangan air tanah di sebagian besar wilayah negara tersebut dilaporkan telah terkuras parah pada awal Agustus. Presiden Unilet, Eric Legras, mengonfirmasi bahwa cuaca panas yang sangat ekstrem ini telah menghantam wilayah utara dan barat daya Prancis. Hal ini memberikan tekanan operasional yang besar bagi para petani yang bergantung pada pasokan air untuk mempertahankan keberlangsungan tanaman mereka.

Penurunan hasil pertanian yang drastis telah diproyeksikan secara spesifik oleh sejumlah pelaku industri. Prince de Bretagne memproyeksikan bahwa hasil panen musim panas ini akan mengalami penyusutan mencapai 40 persen untuk komoditas kacang polong dan 60 persen untuk brokoli. Bahkan, panen tanaman artichoke diperkirakan anjlok tajam di kisaran 50 persen hingga 100 persen, yang mempertegas besarnya skala krisis pasokan sayuran di wilayah tersebut.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Secara makroekonomi, ancaman krisis pangan akibat cuaca ekstrem ini diproyeksikan memberikan pukulan finansial yang berat bagi kawasan Eropa. Berdasarkan estimasi para analis dari Zurich Insurance Group beserta sejumlah bank di Eropa, rentetan gelombang panas ini dapat menguras keuangan Uni Eropa secara signifikan. Total kerugian ekonomi akibat terganggunya sektor pertanian dan rantai pasok ini diperkirakan mencapai 180 miliar euro atau menembus angka Rp3.734 triliun.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Inflasi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap