Rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang untuk ruas Bukittinggi-Sicincin memasuki babak komunikasi langsung dengan masyarakat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan turun ke sejumlah jorong di Kabupaten Agam mulai 17 September 2026 untuk berdialog dengan warga dan ninik mamak setempat.
Agenda tersebut disepakati usai rapat koordinasi persiapan pembangunan tol yang digelar di kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Jati, Padang, pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan tingkat daerah tersebut melibatkan jajaran Pemprov Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta pengembang jalan tol, PT Hutama Karya.
Andre menegaskan bahwa kehadiran tim ke tingkat nagari dan jorong ditujukan untuk membuka ruang diskusi dua arah, bukan sekadar penyampaian informasi searah. Langkah ini dinilai penting untuk menyerap aspirasi warga serta memaparkan skema teknis dan pembebasan lahan yang akan diterapkan di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penataan Akses Bypass dan Ganti Untung
Dalam perencanaan proyek yang telah disepakati, pintu keluar (exit tol) ditetapkan berada di kawasan Pasar Amor. Pemerintah juga menyiapkan jalan lingkar luar (bypass) sepanjang sekitar 6,5 kilometer yang menghubungkan Pasar Amor dengan Simpang Taluak guna melayani pergerakan kawasan Banuhampu tanpa harus memasukkan jalur tol utama ke area padat tersebut.
Selain itu, PT Hutama Karya direncanakan menyediakan fasilitas penyeberangan berupa terowongan (underpass) atau jalan layang (flyover) setiap rentang 2 kilometer di sepanjang lintasan tol. Terkait aspek pengadaan lahan, Andre menyampaikan bahwa pemerintah menerapkan prinsip ganti untung yang mencakup ganti rugi fisik menyeluruh, meliputi tanah, bangunan, hingga tanaman atau pepohonan warga yang terdampak.
Agar proses konsultasi publik dan administrasi pembebasan lahan berjalan tepat waktu, Pemprov Sumbar diminta segera merampungkan pembentukan tim persiapan. Target penyelesaian konstruksi untuk seksi Padang Panjang-Pasar Amor sendiri dipatok tuntas sebelum tahun 2029.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pendekatan Berbasis Jorong
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk melakukan pendekatan persuasif per jorong. Model tatap muka langsung dinilai efektif membangun kesepahaman emosional bersama para pemangku adat ninik mamak, kepala jorong, dan pemilik lahan.
Dukungan serupa disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis. Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi Pemprov Sumbar dan PT Hutama Karya dalam rangkaian sosialisasi serta dialog di nagari-nagari yang dilintasi proyek strategis tersebut.






