Kawasan Monas, Jakarta Pusat – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa seluruh rukun warga (RW) di ibu kota saat ini telah disediakan alat pemadam api ringan (APAR). Penyediaan sarana proteksi kebakaran di level komunitas ini dilakukan guna mempercepat antisipasi dini potensi kobaran api selama musim kemarau.
Pramono memastikan langsung ketersediaan fasilitas penanganan kebakaran tersebut saat berada di Monas pada Rabu (2/9/2026). Ia menyebut pengadaan APAR bagi lingkungan warga merupakan program yang sudah berlangsung di lapangan.
"Saya juga tadi ingin memastikan bahwa pada setiap RW itu APAR-nya sudah tersedia, sehingga kalau ada apa-apa, maka antisipasi kita sudah kita lakukan bersama. Untuk APAR saya meminta setiap RW memilikinya, dan karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya," ujar Pramono.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat ada 457 kejadian kebakaran sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dari angka tersebut, lonjakan terjadi khusus pada Agustus 2026 dengan total 240 kasus kebakaran.
Pramono mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran yang paling dominan dipicu oleh korsleting listrik. Di samping persoalan instalasi listrik, kebakaran juga sering dipicu oleh kebiasaan warga membakar sampah serta kelalaian membuang puntung rokok secara sembarangan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dari sebaran kejadian, Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak, kemudian disusul oleh Jakarta Timur. Dua area spesifik yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran cukup tinggi adalah Kecamatan Tambora dan Kecamatan Cakung.






