Kementerian Dalam Negeri kembali menyelenggarakan agenda penghargaan bagi pemerintah daerah yang berhasil membuktikan dedikasi serta kinerja nyata di seluruh wilayah Indonesia. Melanjutkan kesuksesan gelombang terdahulu, ajang penghargaan resmi ini hadir melalui perhelatan bertajuk Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II. Langkah berkesinambungan ini menjadi instrumen penting dari pemerintah pusat guna memantau, mengevaluasi, serta memberikan rekognisi kepada jajaran kepemimpinan daerah yang konsisten menunjukkan tata kelola birokrasi yang efektif, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat luas.
Penyelenggaraan apresiasi ini merefleksikan komitmen Kementerian Dalam Negeri dalam mendorong terciptanya iklim kerja pemerintahan daerah yang berdaya saing tinggi. Melalui penilaian yang terstruktur dan terukur, setiap pemerintah daerah dinilai berdasarkan pencapaian program kerja riil yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga. Kehadiran ajang apresiasi gelombang kedua ini sekaligus menjadi kelanjutan strategis dari pelaksanaan gelombang pertama yang telah bergulir sebelumnya, dengan membawa indikator dan fokus pembenahan yang semakin kontekstual terhadap kebutuhan mendasar publik.
Pelaksanaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II oleh Kemendagri
Pelaksanaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II dirancang untuk memperkuat tata kelola pembangunan yang akuntabel dan transparan di tingkat daerah. Kementerian Dalam Negeri memposisikan agenda ini sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan yang diambil oleh para pemangku kepentingan di daerah. Melalui mekanisme apresiasi ini, pemerintah pusat memberikan ruang apresiasi sekaligus dorongan moral bagi aparatur pemerintah daerah agar terus meningkatkan mutu pelayanan birokrasi secara berkesinambungan.
Keberlanjutan program apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri ini menegaskan bahwa penilaian performa pemerintah daerah tidak berlangsung secara parsial atau sesaat. Penilaian gelombang kedua ini membuktikan bahwa pembinaan dan pemantauan terhadap kinerja kepemimpinan daerah dilaksanakan secara terpadu dan berkala. Pemerintah daerah yang dinilai mampu memenuhi standar operasional dan melahirkan inovasi pelayanan publik berhak mendapatkan apresiasi resmi sebagai bukti keberhasilan kinerja pemerintahan yang mereka pimpin.
Sebelum memasuki gelombang kedua, Kementerian Dalam Negeri telah menuntaskan agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch I yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juli 2026. Keberhasilan pelaksanaan pada rentang waktu Mei sampai Juli 2026 tersebut menjadi landasan kokoh bagi pelaksanaan Batch II, di mana Kementerian Dalam Negeri melakukan penajaman pada sejumlah indikator agar penilaian yang dilakukan semakin relevan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah pada fase berikutnya.
Penyelarasan Kategori Penilaian dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto
Salah satu aspek fundamental dalam pelaksanaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi gelombang kedua ini adalah harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa seluruh kategori yang ditetapkan pada seleksi gelombang kedua sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Keselarasan ini menjadi kunci agar setiap prioritas nasional dapat diterjemahkan secara konkret menjadi kebijakan operasional di tingkat pemerintah daerah.
Penetapan tolok ukur yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa langkah strategis pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan secara serentak dan saling mendukung. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa sinkronisasi ini penting demi terciptanya sinergi pembangunan nasional yang padu, di mana pemerintah daerah berperan sebagai garda terdepan dalam mengeksekusi visi pembangunan dan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah masing-masing.
Dengan adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui kategori penilaian Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah memiliki pedoman kerja yang jelas dalam merumuskan program kerja. Kriteria penilaian yang telah digariskan mendorong setiap kepala daerah untuk memfokuskan sumber daya, anggaran, serta kebijakan pada sektor-sektor esensial yang menjadi prioritas bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Penjabaran Empat Kategori Penilaian dalam Gelombang Kedua
Dalam penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II, Kementerian Dalam Negeri menetapkan empat kategori penilaian utama. Keempat kategori tersebut meliputi Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Implementasi Program 3 Juta Rumah, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Setiap kategori memuat indikator yang terperinci untuk mengukur capaian kerja pemerintah daerah di lapangan.
Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan difokuskan untuk menilai keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak kesehatan bagi segenap warga. Penilaian pada kategori ini mencakup kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, tingkat kepesertaan masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ketersediaan serta kelayakan sanitasi di lingkungan warga, pemenuhan standar sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, hingga penyelenggaraan program pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh indikator ini menjadi acuan utama untuk memastikan mutu kesehatan masyarakat terpelihara dengan baik.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan
Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan mengukur kinerja pemerintah daerah dalam menyediakan ekosistem pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas. Penilaian pada sektor ini mencakup upaya pemerataan guru di seluruh satuan pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal, pencapaian kompetensi literasi dan numerasi siswa, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan di daerah.
Implementasi Program 3 Juta Rumah
Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah menyoroti kontribusi aktif pemerintah daerah dalam mewujudkan ketersediaan hunian yang layak bagi warga. Pengukuran pada kategori ini mencakup dukungan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, langkah nyata dalam percepatan penyediaan perumahan bagi masyarakat, serta penerapan tata kelola pembangunan permukiman yang berkelanjutan. Kategori ini menilai kesiapan birokrasi daerah dalam mendukung realisasi program perumahan nasional.
Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri menitikberatkan penilaian pada komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan daya dukung lingkungan hidup. Penilaian kategori ini mencakup efektivitas sistem pengelolaan sampah di wilayah setempat, upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta efektivitas pelaksanaan program-program lingkungan yang memberi dampak positif dan nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Perbandingan Fokus Penilaian Batch I dan Batch II
Penetapan empat kategori pada gelombang kedua ini memiliki perbedaan fokus yang tegas jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pada gelombang pertama. Pada pelaksanaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch I yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juli 2026, kriteria penilaian diarahkan pada aspek-aspek ekonomi makro dan penanganan masalah sosial mendesak. Sektor-sektor yang dinilai pada Batch I mencakup Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Entrepreneur Government/Creative Financing, Penurunan Tingkat Pengangguran, serta Pengendalian Inflasi.
Perbedaan parameter penilaian antara Batch I dan Batch II memperlihatkan pendekatan evaluasi yang komprehensif dari Kementerian Dalam Negeri. Jika gelombang pertama menitikberatkan pada penguatan fondasi ekonomi daerah, penekanan angka kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, skema pembiayaan kreatif pemerintah daerah, penurunan pengangguran, dan stabilitas inflasi, maka gelombang kedua melengkapinya dengan menargetkan pemenuhan kebutuhan dasar publik secara langsung. Kehadiran kategori kesehatan, pendidikan, perumahan, dan kelestarian lingkungan pada Batch II melengkapi spektrum penilaian kinerja pemerintahan daerah secara utuh.
Dengan pergeseran dan variasi kategori ini, Kementerian Dalam Negeri dapat mengamati kompetensi daerah dari berbagai sudut pandang pembangunan. Pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya cakap dalam menjaga stabilitas indikator makroekonomi dan penurunan stunting, melainkan juga harus mampu menghadirkan layanan publik yang prima, memperluas akses belajar, mempercepat penyediaan permukiman, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Pembagian Wilayah Penyelenggaraan dalam Enam Regional
Agar proses penilaian dan penyelenggaraan kegiatan berlangsung secara proporsional serta menjangkau seluruh keragaman daerah di tanah air, Kementerian Dalam Negeri membagi pelaksanaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II ke dalam enam regional pemerintah daerah. Struktur pembagian wilayah ini dirancang untuk memastikan representasi yang adil bagi seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Adapun enam regional pemerintah daerah yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam gelombang kedua ini meliputi:
- Regional Sumatera
- Regional Jawa-Bali
- Regional Kalimantan
- Regional Sulawesi
- Regional Maluku-Nusa Tenggara
- Regional Papua
Pembagian ke dalam enam regional pemerintah daerah ini memungkinkan Kementerian Dalam Negeri untuk meninjau dinamika dan capaian kinerja pemerintah daerah berdasarkan konteks kewilayahan masing-masing. Langkah penataan regional ini memastikan bahwa kompetisi dan apresiasi antarwilayah berjalan objektif, teratur, dan mencakup seluruh bentang geografis Indonesia dari ujung barat hingga timur.
Pacu Inovasi, Apresiasi Pemda Berprestasi Hadir di Sulawesi

Pelaksanaan Regional Sumatera di Kota Batam Kepulauan Riau
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan gelombang kedua, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II untuk Regional Sumatera telah diselenggarakan secara resmi. Acara prestisius bagi pemerintah daerah di wilayah barat Indonesia tersebut dilaksanakan di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Pelaksanaan agenda di Kota Batam ini menjadi wadah pertemuan penting dalam mengumumkan serta mengapresiasi capaian kinerja pemerintah daerah di Regional Sumatera.
Penyelenggaraan di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu, 12 Agustus 2026 tersebut menandai dimulainya rangkaian apresiasi tatap muka untuk tingkat regional pada Batch II. Pertemuan ini mempertemukan berbagai perwakilan pemerintah daerah yang telah dinilai berhasil mengimplementasikan program-program unggulan pada empat kategori penilaian utama yang telah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Momentum pelaksanaan di Kota Batam menegaskan peran strategis kepemimpinan daerah dalam mendorong keberhasilan program nasional. Kehadiran para pimpinan daerah di Kepulauan Riau pada Rabu, 12 Agustus 2026 membuktikan komitmen bersama antarwilayah di Sumatera dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang berdaya guna bagi publik.
Dampak Penyelenggaraan bagi Peningkatan PAD dan Sektor Perhotelan Tuan Rumah
Penyelenggaraan agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di berbagai daerah tuan rumah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan acara apresiasi memperoleh manfaat ekonomi langsung melalui peningkatan okupansi hotel dan restoran. Aktivitas penyelenggaraan agenda berskala nasional ini mendorong pemanfaatan fasilitas akomodasi dan jasa boga di wilayah setempat hingga terisi penuh.
Penuhnya tingkat okupansi perhotelan dan tempat makan selama kegiatan berlangsung berdampak langsung pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi wilayah tuan rumah. Tito Karnavian menjelaskan bahwa dengan mobilitas peserta, delegasi, dan pemangku kepentingan yang hadir di kota penyelenggara, perputaran ekonomi lokal meningkat pesat sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan pendapatan daerah.
Manfaat berupa naiknya pendapatan asli daerah (PAD) serta terisinya hotel dan restoran di kota tuan rumah menegaskan bahwa kegiatan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri tidak hanya bernilai seremonial atau administratif semata. Penyelenggaraan acara ini terbukti mampu menggerakkan denyut aktivitas ekonomi setempat dan memberikan keuntungan langsung bagi daerah yang menjadi lokasi perhelatan.
Menampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah bagi Kesejahteraan Masyarakat
Kementerian Dalam Negeri menggelar ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi dengan tujuan utama untuk menampilkan dan membuktikan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan baik serta mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat luas. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya memberikan sorotan positif kepada para pemimpin daerah yang berhasil membuktikan kerja nyata di lapangan.
Melalui pemberian apresiasi ini, Kemendagri ingin memperlihatkan bukti capaian tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil nyata. Penilaian ketat pada sektor layanan kesehatan, akses pendidikan, penyediaan perumahan, dan pelestarian lingkungan menunjukkan bahwa keberhasilan seorang kepala daerah diukur dari seberapa besar manfaat kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya.
Inisiatif Kementerian Dalam Negeri dalam menyelenggarakan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II ini pada akhirnya menjadi medium pengakuan atas dedikasi aparatur daerah di seluruh penjuru Indonesia. Dengan mempublikasikan hasil kerja dan prestasi kepala daerah yang berkinerja baik, Kemendagri mendorong terwujudnya standar pelayanan publik yang semakin tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.






