Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta memastikan siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sempat dikabarkan kehilangan ingatan usai diduga mengalami keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak mengalami gangguan pada fungsi otaknya.
Neurolog anak RSCM, Setyo Handryastuti, menyampaikan kesimpulan tersebut setelah menjalankan serangkaian pemeriksaan medis menyeluruh. Evaluasi klinis mencakup penelusuran riwayat medis lewat wawancara dengan pasien dan keluarga, analisis rekam jejak perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).
"Insyaallah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," ujar Setyo Handryastuti saat memaparkan hasil evaluasi pasien.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Selain evaluasi neurologi, pasien atas nama Febiona Purba juga menjalani pemeriksaan kesehatan mental dan fungsi kognitif bersama dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) RSCM, Tjhin Wiguna. Berdasarkan asesmen psikiatri, kondisi Febiona dinilai cukup baik dengan emosi yang relatif stabil, kendati masih memperlihatkan kegelisahan sesekali.
Sebelum dirujuk ke Jakarta, ayah Febiona, Elvinus, sempat menceritakan bahwa gejala penurunan kesadaran dan daya ingat tidak langsung muncul pada masa awal perawatan di rumah sakit umum setempat. Namun, setibanya di rumah, Febiona dilaporkan mengalami kejang sehingga dilarikan ke RS Haji. Di fasilitas tersebut, gaya bicaranya berubah menyerupai anak kecil dan ia sempat tidak mampu mengenali anggota keluarga maupun teman-teman sekolahnya.
Jokowi Dikabarkan Terbang ke NTT Temui Korban Gempa di Sikka

Kasus ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghimpun tim dokter spesialis di RSCM guna menangani pasien, menindaklanjuti arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sempat meninjau korban saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
Febiona diberangkatkan ke Jakarta bersama seorang siswi lainnya, Agnes Parulina, pada Sabtu (12/9). Keberangkatan keduanya didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dari Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Setibanya di RSCM, kedua pasien langsung ditempatkan di ruang rawat inap biasa karena kondisi medis mereka stabil dan tidak membutuhkan penanganan intensif.






