Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah dataran tinggi di Aceh, meliputi Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara. Rangkaian bencana alam yang terjadi saat curah hujan meningkat ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban luka telah dibawa dan menjalani perawatan intensif di RSUD Datu Beru.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir di Kabupaten Gayo Lues menerjang Desa Badak dan Desa Rigeb di Kecamatan Dabun Gelang pada Minggu (13/9) siang. Masih di wilayah Gayo Lues, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung. Peristiwa tersebut menyebabkan material longsor menutup akses jalan lintas Blangkejeren-Kutacane sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Bencana banjir juga menerjang wilayah Kabupaten Aceh Tenggara pada Minggu (13/9) malam. Luapan air dan endapan lumpur melanda sedikitnya 11 desa yang tersebar di lima kecamatan. Dampak banjir di Aceh Tenggara tersebut menyebabkan rumah-rumah warga terendam lumpur, tanggul jebol, serta terganggunya akses jalan warga.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, musibah tanah longsor dilaporkan menerjang empat kecamatan pada Senin (14/9) dini hari. Kejadian tersebut kian menambah daftar wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan tengah Aceh.
Penanganan Darurat dan Kewaspadaan Cuaca
Menanggapi situasi kebencanaan ini, berbagai upaya penanganan darurat telah dikerahkan di lapangan. Petugas melakukan evakuasi terhadap para korban serta membersihkan material longsor yang menimbun akses jalan. Selain itu, pemantauan kondisi wilayah terdampak dan pendataan lanjutan terus dilakukan secara berkala guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan bahwa wilayah Aceh berada dalam status waspada hujan berintensitas sedang hingga lebat mulai September. Kondisi cuaca tersebut meningkatkan potensi timbulnya bencana alam susulan di beberapa daerah.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengimbau seluruh masyarakat dan semua pihak terkait untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam saat hujan deras melanda. Warga diminta waspada terhadap ancaman banjir dan longsor di lingkungannya masing-masing selama musim penghujan.






