Sebanyak 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengikuti prosesi akad kredit massal bersama Bank Jakarta pada Selasa (1/9/2026) pagi. Penyaluran modal usaha ini merupakan bagian dari pelaksanaan Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, yang terselenggara berkat kolaborasi antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam rangka mendukung para pelaku UMKM serta menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Dalam program tersebut, fasilitas pembiayaan disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR. Plafon pinjaman yang disediakan bagi para pedagang tercatat mencapai hingga Rp500 juta per debitur.
Perputaran Modal dan Keberlanjutan Usaha
Dukungan permodalan formal dari Bank Jakarta dirasakan langsung manfaatnya oleh para pedagang untuk mengembangkan kegiatan operasional mereka. Salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Rosmani Sitohang, mengungkapkan bahwa keuntungan usahanya melonjak hingga empat kali lipat setelah menerima kucuran pembiayaan tersebut.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Rosmani, yang telah menjalankan usahanya sejak tahun 2015, memanfaatkan fasilitas pembiayaan senilai Rp108 juta tersebut untuk memperkuat perputaran modal usaha dagangnya sehari-hari.
Selain untuk perputaran modal harian, fasilitas pembiayaan juga dimanfaatkan pedagang untuk kepastian jangka panjang lokasi usaha. Pedagang pasar lainnya, Ika Tiara, memanfaatkan dana yang diterimanya untuk membayar biaya sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan. Pada tahap sebelumnya, Ika sempat memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar Rp500 juta, dan pada pembiayaan terakhir ia menerima kucuran dana senilai Rp400 juta dari Bank Jakarta.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Dorongan Kapasitas dan Pentingnya Literasi Keuangan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa ketersediaan dukungan permodalan dari perbankan dapat meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati. Rano juga memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam memperluas jangkauan pembiayaan sektor riil.
Kendati demikian, Rano menekankan bahwa perluasan akses pembiayaan formal bagi para pedagang harus diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai. Menurutnya, pemahaman finansial yang baik sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM mampu menerapkan manajemen keuangan yang sehat, sehingga usaha yang dijalankan dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan.






