PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 dengan total nilai mencapai Rp6,16 triliun atau setara dengan Rp66 per lembar saham. Kebijakan pemegang saham ini telah memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026, serta telah diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026.
Dengan penyaluran dividen interim tersebut, akumulasi dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang tahun kalender 2026 tercatat mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Jumlah keseluruhan ini mencakup dividen dari tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun ditambah dividen interim tahun berjalan sebesar Rp6,16 triliun.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Interim BMRI
Investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen interim BMRI perlu memperhatikan tenggat waktu perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Periode cum dividend untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi ditetapkan jatuh pada 15 September 2026, sedangkan masa perdagangan ex dividend berlangsung pada 16 September 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk transaksi di Pasar Tunai, jadwal cum dividend ditetapkan pada 17 September 2026 dan ex dividend pada 18 September 2026. Adapun tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date jatuh pada 17 September 2026, dengan jadwal pelaksanaan pembayaran dividen tunai kepada pemegang rekening efek pada 2 Oktober 2026.
Kinerja Keuangan Solid Menopang Dividen
Pembagian dividen interim ini didukung oleh pertumbuhan kinerja operasional perseroan hingga Agustus 2026. Secara bank only, laba bersih Bank Mandiri berhasil tumbuh 22,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai Rp37,5 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dari sisi intermediasi perbankan, realisasi penyaluran kredit Bank Mandiri menembus angka Rp1.592 triliun per Agustus 2026, meningkat 17,6% yoy. Pertumbuhan pembiayaan ini diimbangi oleh perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang juga naik 17,6% yoy menjadi Rp1.687 triliun. Laju bisnis tersebut mendorong total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun atau tumbuh 20,7% yoy, sementara kualitas aset tetap terkendali dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross di level 1,00%.






