PT Kereta Api Indonesia (Persero) membantah kabar mengenai penutupan Stasiun Karet di Jakarta. KAI menegaskan bahwa fasilitas tersebut saat ini sedang menjalani proses integrasi layanan secara menyeluruh dengan Stasiun BNI City guna mengantisipasi lonjakan volume penumpang KRL Commuter Line.
Vice President of Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa sepanjang 81 tahun perjalanan operasional perusahaan, KAI belum pernah menutup stasiun. Oleh karena itu, ia menolak anggapan bahwa Stasiun Karet berhenti beroperasi secara permanen.
Langkah penataan ini diambil mengingat adanya keterbatasan fisik pada infrastruktur eksisting Stasiun Karet. Kondisi peron stasiun saat ini tergolong pendek dan lokasinya sangat dekat dengan perlintasan. Di sisi lain, KAI telah memulai program investasi sejak dua tahun lalu guna menyesuaikan seluruh prasarana perkeretaapian agar mampu menampung rangkaian KRL dengan stamformasi 12 kereta (SF12).
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Penataan Fasilitas dan Pembagian Fungsi Peron
Untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan pengguna tetap terjaga, operasional naik dan turun penumpang KRL dialihkan ke peron Stasiun BNI City yang memiliki kapasitas lebih memadai. Meski demikian, Stasiun Karet tetap aktif berada di jalur KRL dan disiapkan untuk berfungsi sebagai gerbang akses utama penumpang.
KAI tengah membangun sejumlah infrastruktur penunjang guna menghubungkan kedua stasiun tersebut. Penataan fasilitas mencakup penyediaan travelator pada jalur datar maupun menanjak, serta penataan area drop zone khusus untuk angkutan ojek dan integrasi antarmoda transportasi lainnya.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Penutupan akses keluar dan masuk di Stasiun Karet saat ini berstatus sementara selama proses renovasi dan konstruksi berlangsung. Akses tersebut ditargetkan dibuka kembali secara bertahap dalam rentang waktu satu hingga tujuh bulan ke depan. Proyek integrasi ini berjalan seiring dengan perbaikan infrastruktur berskala besar yang juga dilakukan KAI di stasiun-stasiun transit padat lainnya, seperti Stasiun Manggarai, Cawang, Duri, dan Tanah Abang.






