Bangkai Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami insiden terbalik lalu tenggelam di perairan Laut Jawa kini teridentifikasi berada di kedalaman sekitar 30 meter. Memasuki hari kedua operasi SAR, posisi datum atau titik letak bangkai kapal tersebut terpantau telah mengalami pergeseran sejauh kurang lebih 1,6 mil laut (nautical mile) ke arah barat dalam kondisi terbalik mengikuti arus perairan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pergerakan kapal terjadi karena badan KM Virgo Transport 8 masih menyimpan sekat-sekat atau ruang kosong. Kondisi rongga tersebut membuat bangkai kapal belum sepenuhnya mengendap di dasar laut, melainkan masih dapat bergeser maupun melayang terbawa arus bawah laut.
Kendala Penyelaman dan Risiko Tekanan
Posisi kapal yang masih tengkurap menjadi pertimbangan keselamatan utama bagi tim SAR gabungan. Basarnas menegaskan bahwa tim penyelam belum dapat dipaksakan masuk ke dalam badan kapal karena risiko keselamatan yang sangat tinggi, mengingat setiap tindakan penyelaman wajib memenuhi standar jaminan keamanan (safety first).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain posisi badan kapal yang tengkurap, keberadaan ruang-ruang kosong yang tersekat juga menghadirkan ancaman tersendiri. Apabila tim penyelam memaksakan diri membuka salah satu sekat ruang kosong secara paksa, hal tersebut berpotensi memicu perubahan tekanan ekstrem secara tiba-tiba yang sangat membahayakan keselamatan para penyelam di kedalaman tersebut.
Rencana Penanganan dan Pembagian Sektor SAR
Merespons dinamika di lokasi, pihak TNI Angkatan Laut turut memberikan masukan teknis terkait penanganan kecelakaan laut, di mana kapal dinilai akan lebih aman dan optimal untuk ditangani apabila sudah dalam posisi diam di dasar laut. Basarnas kini tengah mempertimbangkan langkah lanjutan berupa opsi penarikan kapal serta mengkaji kemungkinan membalikkan posisi KM Virgo Transport 8 dari kondisi tengkurap agar proses pencarian di bagian dalam kapal dapat terlaksana.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sembari mematangkan skema penanganan bangkai kapal, tim SAR tetap mengoptimalkan penyisiran dan operasi pencarian korban di permukaan air. Pada pelaksanaan hari kedua, operasi pencarian telah dikerahkan ke enam sektor peta pencarian. Pembagian sektor ini berpeluang disesuaikan atau bergeser pada operasi berikutnya mengikuti pembaruan pemetaan dari SAR Map yang dirilis oleh Basarnas Command Center.






