Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup melonjak 4% ke level 3.380 pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Penguatan signifikan ini menjadikan BBRI sebagai penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sekaligus mengerek nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp507,2 triliun dan menempati posisi kedua terbesar di bursa.
Aktivitas transaksi saham bank pelat merah tersebut tergolong masif dengan nilai total mencapai Rp2,82 triliun. Nilai perdagangan BBRI menjadi yang terbesar kedua di lantai bursa hari ini, berada tepat di belakang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang membukukan transaksi Rp2,87 triliun.
Lonjakan harga saham BBRI didorong kuat oleh aliran dana pemodal internasional. Investor asing tercatat mengeksekusi aksi beli sebesar Rp1,15 triliun dan penjualan senilai Rp305,9 miliar. Transaksi tersebut menghasilkan nilai beli bersih asing (net foreign buy) mencapai Rp841 miliar, tertinggi dibandingkan saham-saham lain di pasar reguler.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Ditopang Pertumbuhan Laba Semester I-2026
Minat beli yang tinggi terhadap saham BBRI berjalan beriringan dengan rilis kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, laba yang diatribusikan kepada pemilik induk BRI terealisasi sebesar Rp30,87 triliun. Perolehan laba ini tercatat sebagai yang tertinggi di antara bank umum lain dalam kelompok KBMI IV, yang membukukan rata-rata laba Rp25,39 triliun.
Pertumbuhan laba BRI mencapai 17,46% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kelompok bank KBMI IV yang berada pada level 12,54% yoy.
Perbaikan Kualitas Aset dan Penyaluran Kredit
Dari aspek fundamental operasional, Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan bahwa rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BRI turun menjadi 2,9% pada semester I-2026, membaik dari posisi 3,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas aset tersebut turut menekan cost of credit (CoC) perseroan dari 3,4% pada semester I-2025 menjadi 3,1% pada semester I-2026.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Akselerasi penyaluran dana juga tetap terjaga. Total kredit dan pembiayaan BRI Group menyentuh Rp1.646 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 16,2% yoy. Ekspansi intermediasi ini mendorong pertumbuhan total aset BRI hingga 11,7% yoy.
Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 6,7% yoy dengan total nominal mencapai Rp1.581 triliun pada paruh pertama 2026.






