Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan empat peristiwa bencana di Indonesia langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Merdeka. Agenda tersebut berfokus pada evaluasi tanggap darurat serta percepatan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.
Empat sektor bencana yang dilaporkan mencakup erupsi Gunung Anak Krakatau, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi prioritas, serta progres pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera.
Penanganan Erupsi Anak Krakatau dan Gempa NTT
Aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami kenaikan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Sebaran abu vulkanik melanda 15 kecamatan di tiga kabupaten, bahkan dampaknya terdeteksi hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Lampung. Erupsi ini turut memengaruhi aktivitas operasional di delapan bandara udara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Meski berdampak luas pada transportasi dan lingkungan sekitar, BNPB mencatat tidak ada korban jiwa akibat erupsi tersebut. Untuk mempercepat peluruhan sebaran abu vulkanik di udara, BNPB mengoperasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berbasis hybrid yang diterbangkan dari Pondok Cabe hingga malam hari.
Sementara itu, untuk penanganan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT, distribusi logistik telah mencapai 2.142 ton atau 98,39 persen dari target penyaluran. Operasi distribusi tersebut mengerahkan 115 sortie penerbangan dan dua unit armada kapal. Seiring terkendalinya pengiriman bantuan, Posko Dukungan Logistik Nasional di Bandara Halim resmi ditutup dan operasional logistik dialihkan terpusat ke Gudang BNPB Jati Asih, Kota Bekasi.
Pemerintah juga menyiapkan skema bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak gempa di NTT, yakni sebesar Rp15 juta untuk kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang. Korban dengan rumah rusak berat difasilitasi hunian sementara atau Dana Tunggu Hunian sebelum relokasi ke rumah baru tipe 36.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pengendalian Karhutla dan Rekonstruksi Sumatera
Terkait bencana karhutla, total area terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009,10 hektare per 6 September 2026, dengan sisa area belum padam seluas 939,45 hektare. Penanganan di darat melibatkan 43.481 personel gabungan yang terdiri atas BNPB, BPBD, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan unsur relawan, didukung oleh 55 armada udara. Tiga unit helikopter Chinook tambahan dari Kementerian Pertahanan dijadwalkan tiba pada 10 September 2026 untuk memperkuat operasi pemadaman.
Pada aspek pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, penyaluran bantuan stimulan bagi korban rusak ringan dan sedang telah menyerap dana sebesar Rp703.017.000.000 per 6 September 2026. Mengenai pembangunan hunian tetap (huntap), sebanyak 14.897 unit telah selesai direviu dari total 27.809 unit usulan. Dari jumlah yang direviu, sebanyak 841 unit huntap telah rampung dibangun dan 214 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan konstruksi.






