Banyak masyarakat dan investor ritel di Indonesia mengira seluruh pasokan emas batangan yang beredar di pasaran berasal langsung dari pengerukan tambang milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Faktanya, bagaimana sebenarnya roda bisnis logam mulia ini berputar?
Struktur pendapatan ANTAM baru-baru ini diungkap secara terbuka oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria. Paparan tersebut meluruskan pandangan umum mengenai sumber utama penghasilan emiten tambang pelat merah ini.
Sumber Pendapatan Terbesar ANTAM Bukan dari Tambang Sendiri
Menurut penjelasan Dony Oskaria, mayoritas pendapatan ANTAM selama ini justru ditopang oleh aktivitas jual beli atau trading emas, bukan dari hasil tambang emas yang dikelola mandiri oleh perseroan.
Emas batangan yang dipasarkan ANTAM sebagian besar diproses melalui mekanisme perdagangan komoditas. Aktivitas trading ini memanfaatkan volume transaksi jual-beli emas yang tinggi untuk menggerakkan perputaran arus kas perusahaan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Faktor pendorong di balik dominasi bisnis perdagangan ini mencakup:
- Kapasitas tambang emas milik perseroan yang relatif terbatas.
- Tingginya permintaan masyarakat Indonesia terhadap instrumen emas fisik.
- Skala rantai pasok perdagangan emas yang lebih fleksibel dibandingkan membuka eksplorasi tambang baru.
Skala Tambang Emas Milik ANTAM yang Sebenarnya
Dony menerangkan bahwa tambang emas yang benar-benar dimiliki dan dioperasikan langsung oleh ANTAM berukuran kecil. Keterbatasan cadangan dan skala operasional tambang internal inilah yang membuat ANTAM mengandalkan lini trading guna memenuhi lonjakan konsumsi emas domestik.
Kondisi ini menjadi dasar pertimbangan Danantara untuk mengevaluasi portofolio bisnis perusahaan secara menyeluruh. Ketergantungan pada lini perdagangan tanpa penguatan sektor hulu dapat membuat margin dan profitabilitas rentan terhadap dinamika harga pasar global.
Rencana Pembenahan Danantara dan Target Dividen MIND ID
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Danantara saat ini tengah menjalankan langkah pembenahan bertahap di tubuh ANTAM. Tujuannya adalah menyeimbangkan kontribusi antara bisnis trading emas dan aktivitas pertambangan aneka logam.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Langkah restrukturisasi ini difokuskan pada sejumlah target strategis:
- Keseimbangan Lini Bisnis: Memastikan sektor pertambangan aneka logam dan perdagangan emas dapat tumbuh beriringan secara proporsional.
- Peningkatan Efisiensi Operasional: Memperbaiki tata kelola rantai pasok agar memiliki margin laba yang lebih sehat.
- Peningkatan Setoran Dividen: Mendorong holding industri pertambangan, MIND ID (Mining Industry Indonesia), bersama anak perusahaannya seperti ANTAM, agar mampu memberikan kontribusi dividen yang lebih optimal kepada Danantara.
Transformasi Luas di Klaster Tambang dan Hilirisasi
Penataan portofolio ANTAM merupakan bagian integral dari strategi besar Danantara dalam mereorganisasi klaster pertambangan dan energi nasional. Upaya ini mencakup sejumlah proyek hilirisasi dan subtitusi impor di berbagai wilayah Indonesia:
- Proyek Alumina Mempawah: Mengembangkan fasilitas pengolahan bauksit terintegrasi di Mempawah untuk diolah menjadi alumina, kemudian diproses lebih lanjut menjadi aluminium.
- Ekosistem Baterai: Mendorong percepatan pengembangan industri baterai kendaraan listrik.
- Penataan Model Bisnis Timah: Menata ulang efisiensi dan strategi komersial PT Timah.
- Pemanfaatan Aspal Buton: Mengembangkan potensi tambang aspal di Pulau Buton guna mengurangi ketergantungan impor aspal nasional.
Melalui peta jalan transformasi ini, pengelolaan aset tambang negara diarahkan tidak hanya pada pencatatan omzet perdagangan, melainkan pada penguatan nilai tambah industri hulu ke hilir yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi domestik.






