Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara secara resmi mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali memperkuat mandat utamanya di bidang riset dan pengembangan (R&D) vaksin. Langkah ini ditujukan guna mengembalikan fokus perseroan dalam menciptakan produk kesehatan secara mandiri sekaligus memperluas penetrasi pasar produk kesehatan Indonesia di tingkat global.
Penegasan arah transformasi korporasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, saat melangsungkan rapat bersama jajaran direksi Bio Farma Group pada Senin (14/9/2026).
Dorong Inovasi dan Kemandirian Produk
Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menekankan bahwa peta jalan transformasi Bio Farma ke depan harus berpusat pada penguatan kapabilitas internal perusahaan dalam meneliti, menciptakan, dan mengembangkan produknya sendiri. Dony menyoroti fenomena di mana perseroan dinilai terlalu lama hanya berperan sebagai produsen manufaktur untuk produk atau vaksin milik perusahaan lain.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Menurut Dony, Bio Farma telah lama tidak menambah portofolio inovasi produk baru sehingga orientasi bisnisnya sempat bergeser. "Sebetulnya mandatnya Bio Farma itu memang membuat vaksin. Cuma lama nggak nambah-nambah produk saja. Jadi mereka jadi pabrik vaksin orang. Sekarang kita mau balikin lagi," ujar Dony dalam rapat direksi tersebut.
Melalui pemfokusan kembali pada aktivitas riset dan pengembangan, Bio Farma diharapkan dapat memperkokoh kemandirian serta ketahanan sektor kesehatan nasional dengan tidak bergantung pada kepemilikan lisensi atau produk pihak eksternal.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Ekspansi Teknologi ke Kawasan Afrika dan Global
Selain penguatan riset domestik, kapabilitas teknologi kesehatan yang dikembangkan dari Indonesia juga terus didorong ke panggung internasional. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, teknologi yang dikembangkan di dalam negeri telah berhasil dibawa ke sejumlah negara, termasuk Senegal, Ghana, dan India.
Ke depan, Bio Farma diarahkan untuk memperluas jangkauan distribusi produknya ke sejumlah negara lain di kawasan Afrika. Upaya penetrasi ini berjalan beriringan dengan target strategis pemerintah untuk memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu produsen vaksin dan produk kesehatan terkemuka di pasar global.






