Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat lonjakan konsumsi bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi (biosolar) hingga 15,10 persen pada Agustus 2026. Kenaikan volume penyaluran ini dipicu oleh penyesuaian harga solar nonsubsidi serta meningkatnya mobilitas logistik dan sektor riil di dalam negeri.
Sebelum terjadi penyesuaian harga pada kelompok solar nonsubsidi seperti Dex series, rata-rata penyaluran biosolar nasional berada di angka 50.624 kiloliter (KL) per hari. Namun, setelah harga produk nonsubsidi naik per 18 April 2026, permintaan terhadap solar bersubsidi menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan.
Pergerakan Penyaluran dari April hingga Agustus
Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi harian biosolar pada periode 18 April hingga 4 Mei 2026 tercatat mencapai 50.745 KL per hari. Angka ini mencerminkan kenaikan tipis sebesar 0,24 persen atau bertambah 121 KL per hari dibandingkan rata-rata sebelum kenaikan harga.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Laju peningkatan semakin tampak sepanjang bulan-bulan berikutnya:
- Mei 2026: Penyaluran naik menjadi 52.685 KL per hari, tumbuh 4,07 persen dengan selisih 2.061 KL per hari dari baseline.
- 1–10 Juni 2026: Konsumsi melonjak ke 56.521 KL per hari (naik 11,65 persen).
- 10 Juni–1 Juli 2026: Rata-rata harian mencapai 56.827 KL (naik 12,25 persen).
- 1 Juli–1 Agustus 2026: Realisasi berada di level 57.963 KL per hari (naik 14,50 persen).
- Agustus 2026: Rata-rata penyaluran mencapai puncaknya di angka 58.271 KL per hari, atau melonjak 15,10 persen dibandingkan baseline awal.
Dorongan Aktivitas Logistik dan Sektor Riil
Anggota BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan bahwa selain pergeseran akibat disparitas harga dengan solar nonsubsidi, peningkatan kebutuhan bahan bakar didorong oleh tingginya mobilitas pengiriman barang. Distribusi pasokan untuk kebutuhan domestik dari aktivitas ekspor maupun impor tercatat mengalami peningkatan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Faktor pendorong lain berasal dari kinerja sejumlah sektor ekonomi yang terus tumbuh secara tahun berjalan (year to date). Sektor perdagangan tercatat tumbuh 6,39 persen, akomodasi makan dan minum naik 10,6 persen, serta sektor pertanian tumbuh sebesar 3,8 persen, yang seluruhnya mengandalkan rantai pasok transportasi berbasis solar.






