Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam sesaat setelah pembukaan perdagangan pada Rabu (26/8/2026). Sempat dibuka menguat tipis ke level 6.507,14, IHSG berbalik turun hingga 1,05% ke level 6.429,57 hanya dalam kurun waktu empat menit pertama transaksi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks acuan saham domestik tersebut sempat menyentuh level tertinggi di 6.509 sebelum tertekan ke level terendah hariannya di 6.429. Sebanyak 388 saham tercatat melemah, menekan pergerakan indeks secara keseluruhan, berbanding 124 saham yang menguat dan 187 saham yang bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,37 triliun dengan volume 3,02 miliar saham yang berpindah tangan melalui 230 ribu kali frekuensi transaksi. Perdagangan hari ini merupakan sesi perdana pasar keuangan Indonesia setelah libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa kemarin.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sentimen Domestik dan Pasar Global
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada agenda Komisi XI DPR RI yang menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, pada pukul 10.00 WIB. Destry diajukan sebagai calon tunggal oleh Presiden Prabowo Subianto setelah sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo pada Juli lalu.
Di tingkat regional, bursa Asia bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,5% dan Kospi Korea Selatan turun 0,12%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia mencatat kenaikan 0,34%.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sentimen pasar global juga dibayangi ketegangan perang dagang setelah Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap lebih dari 700 produk asal Amerika Serikat senilai sekitar US$20 miliar, merespons tarif 50% yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. Selain isu tarif, investor global masih bersikap wait and see menanti rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS periode Juli yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan suku bunga acuan.






