Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran serangan balasan berskala besar yang menargetkan posisi militer Amerika Serikat (AS). Dalam operasi tersebut, rudal balistik IRGC dilaporkan menghantam barak Marinir AS di Camp Titin, sebuah pangkalan militer yang berada di dekat Aqaba, Yordania.
Berdasarkan pernyataan pihak IRGC, serangan rudal balistik ke Camp Titin mengakibatkan sejumlah besar pasukan AS tewas, serta menghancurkan sejumlah instalasi militer dan helikopter serang di lokasi. Bersamaan dengan operasi darat tersebut, IRGC juga mengerahkan sistem pertahanan kedirgantaraan terbaru untuk menembak jatuh drone MQ-9 ke-50 milik militer AS. Teheran menegaskan bahwa rangkaian agresi militer AS justru menjadi bumerang yang memicu pengetatan blokade strategis di kawasan Selat Hormuz.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Eskalasi militer ini meletus tajam menyusul serangan rudal AS sebelumnya yang menghantam perayaan pernikahan warga sipil di Iran selatan. Bulan Sabit Merah Iran mencatat pecahan proyektil AS mengenai permukiman warga di Kota Kuhestak, kawasan Sirik, Provinsi Hormozgan. Tragedi tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak kecil, serta menyebabkan lebih dari 50 warga sipil mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan gelombang serangan udara terhadap fasilitas yang diduga menjadi situs IRGC di wilayah Iran. Melalui pernyataan resminya di media sosial X, CENTCOM menyatakan langkah militer tersebut diambil sebagai respons atas serangan IRGC terhadap armada kapal komersial di perairan Selat Hormuz serta ancaman terhadap personel militer AS di kawasan tersebut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Hingga laporan ini diturunkan, pihak otoritas pertahanan Amerika Serikat belum merilis tanggapan maupun konfirmasi resmi mengenai rincian kerusakan dan korban jiwa dari klaim serangan rudal di barak Marinir Camp Titin.






