PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi merombak susunan kepengurusan perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Menara BTN, Jakarta, pada Jumat (4/9/2026). Rapat tersebut menyetujui pergantian lima dari 12 anggota jajaran direksi sebagai langkah regenerasi kepemimpinan.
Perubahan formasi ini disiapkan untuk memperkuat eksekusi strategi jangka panjang bank, khususnya percepatan Transformasi BTN Jilid II serta ekspansi bisnis Beyond Mortgage. Sementara itu, posisi nakhoda utama tidak mengalami pergeseran; Nixon L.P. Napitupulu tetap menjabat sebagai Direktur Utama didampingi Oni Febriarto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama. Susunan Dewan Komisaris juga dipertahankan, dengan Suryo Utomo sebagai Komisaris Utama dan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama.
Profil dan Formasi Baru Direksi BTN
Dalam keputusan RUPSLB tersebut, pemegang saham memberhentikan dengan hormat lima direktur, yaitu Nofry Rony Poetra (Finance & Strategy), Eko Waluyo (Human Capital & Compliance), Hirwandi Gafar (Consumer Banking), Setiyo Wibowo (Risk Management), dan Tan Jacky Chen (Information Technology).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sebagai gantinya, BTN merekrut sejumlah profesional muda dari berbagai latar belakang industri keuangan dan BUMN:
- Adityo Kusumo menjabat sebagai Direktur Finance & Strategy, sebelumnya merupakan Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia.
- Wiwik Wahyuni diangkat sebagai Direktur Human Capital & Compliance, sebelumnya menduduki posisi Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management.
- Johanes Barus dipercaya menjadi Direktur Risk Management setelah sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.
- Evita Barliana mengisi posisi Direktur Consumer Banking, berlatar belakang sebagai Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia.
- Gatot Prasetyo menempati posisi Direktur Information Technology, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Menurut Nixon L.P. Napitupulu, masuknya jajaran direksi dari kalangan generasi muda ini sejalan dengan arah pengembangan masa depan perseroan. Luasnya rekam jejak kepemimpinan para direktur baru di sektor masing-masing diharapkan mampu mengakselerasi agenda modernisasi sistem perbankan dan ekosistem perumahan yang diusung perseroan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Landasan Kinerja Keuangan Perseroan
Perombakan struktur kepemimpinan ini berlangsung di tengah tren pertumbuhan operasional perseroan. Berdasarkan laporan keuangan hingga Juni 2026, total aset BTN tercatat sebesar Rp545,16 triliun, meningkat 12,41% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kinerja intermediasi turut menunjukkan ekspansi yang solid. Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN mencapai Rp418,11 triliun, tumbuh 11,17% yoy. Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) terkumpul sebesar Rp433 triliun atau naik 6,55% yoy. Pada periode yang sama, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,41 triliun, melonjak 40,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.






