Pengukuran kinerja operator jalan tol kini tidak lagi bertumpu semata-mata pada volume kendaraan maupun perolehan pendapatan harian. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mengarahkan fokus badan usaha milik negara (BUMN) sektor transportasi, khususnya PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), agar memprioritaskan mutu layanan dan kenyamanan langsung bagi pengguna jalan.
Senior Director Transportation Sector Danantara Aset Manajemen (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, menegaskan bahwa keberhasilan operator tol tidak cukup dinilai dari lonjakan trafik, realisasi target keuangan, atau rampungnya proyek strategis semata. Tolok ukur utama kini mencakup kondisi fisik jalan yang terawat, kelancaran arus lalu lintas, jaminan keselamatan berkendara, hingga kecepatan petugas dalam merespons kendala di lapangan.
"Kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat," ujar Wamildan dalam keterangannya di sela agenda Danantara Housing Expo 2026 pada Senin (31/8/2026).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pergeseran Menuju Infraculture dan Ekosistem Digital
Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memaparkan bahwa perseroan tengah menjalankan transformasi paradigma operasional. Jasa Marga mengalihkan fokus dari sekadar penyedia infrastruktur fisik (infrastructure) menuju penguatan budaya pelayanan jalan tol (infraculture) yang berorientasi pada kebutuhan riil pengendara.
Sebagai bagian dari pembaruan ini, integrasi layanan digital diakselerasi melalui aplikasi Travoy. Ekosistem digital tersebut dirancang untuk menyatukan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu pintu, mulai dari transaksi hingga mitigasi keadaan darurat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Melalui fitur di dalam ekosistem Travoy, pengguna jalan tol dapat mengakses:
- Transaksi Terintegrasi: Layanan pengisian saldo (top up), bukti pembayaran digital (digital receipt), serta sistem transaksi nirsentuh berbasis stiker Radio Frequency Identification (RFID) di gerbang tol.
- Travoy Rest: Informasi ketersediaan fasilitas di tempat istirahat (rest area), termasuk titik pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
- Bantuan Darurat: Akses terpadu ke One Call Center 133 untuk memanggil armada derek maupun dukungan penanganan petugas ketika menghadapi gangguan kendaraan di lintasan tol.
Integrasi digital dan pembenahan operasional lapangan ini diharapkan mampu mengubah pengalaman melintas di jalan tol, memastikan standar keselamatan serta efisiensi perjalanan terpenuhi secara konsisten.






