tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Finansial

Cara Memanfaatkan Peluang Pembiayaan UMKM dan Ritel dari Bank Neo Commerce

Wulan WijayaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memanfaatkan Peluang Pembiayaan UMKM dan Ritel dari Bank Neo Commerce
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Peluang mendapatkan pembiayaan untuk kebutuhan konsumsi maupun pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM kini semakin terbuka. Salah satu bank di Indonesia, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), secara resmi mengalihkan fokus bisnisnya dengan memangkas penyaluran kredit ke segmen komersial dan korporasi. Sebagai gantinya, bank yang dipimpin oleh Direktur Utama Eri Budiono ini memperkuat pembiayaan pada segmen konsumer dan UMKM. Langkah strategis ini memberikan peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang membutuhkan dukungan modal.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha atau memenuhi kebutuhan finansial pribadi, pergeseran fokus pendanaan BNC ini merupakan momentum yang tepat. Berdasarkan data keuangan Semester I 2026, penyaluran kredit BNC untuk segmen konsumer dan UMKM mengalami peningkatan sebesar 6,68 persen secara tahunan menjadi Rp5,8 triliun. Angka ini naik dari Rp5,44 triliun pada Semester I 2025. Meskipun secara total kredit BNC tercatat mengalami penurunan sebesar 11,79 persen menjadi Rp7,13 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp8,09 triliun, peningkatan porsi kredit ritel menunjukkan komitmen BNC pada sektor yang lebih merakyat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Untuk memanfaatkan peluang pembiayaan dari BNC ini secara optimal, Anda perlu memahami beberapa langkah strategis. Langkah pertama adalah menentukan jenis pembiayaan yang sesuai dengan profil Anda, apakah sebagai nasabah konsumer perorangan atau pelaku usaha. Karena BNC sedang gencar memperkuat segmen ini, peluang pengajuan kredit Anda untuk dipertimbangkan menjadi lebih relevan. Anda perlu menyiapkan dokumen persyaratan dasar dan mencari informasi suku bunga secara mandiri melalui saluran resmi bank, mengingat kebijakan teknis tersebut disesuaikan dengan profil masing-masing calon debitur.

Baca Juga

Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026

Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026

Langkah kedua adalah membangun rekam jejak digital yang baik, salah satunya dengan memanfaatkan layanan transaksi digital seperti QRIS BNC. Data Semester I 2026 menunjukkan jumlah transaksi QRIS BNC melonjak hingga 124 persen menjadi 267,4 juta transaksi. Pendapatan dari layanan tersebut juga tumbuh 246 persen menjadi Rp25,8 miliar. Dengan aktif menggunakan QRIS dalam transaksi usaha harian, Anda tidak hanya mempermudah konsumen dalam membayar, tetapi juga memiliki catatan perputaran kas yang rapi. Rekam jejak transaksi yang aktif ini umumnya menjadi nilai tambah saat lembaga keuangan melakukan asesmen kredit.

Langkah ketiga adalah menjaga kelayakan dan kualitas kredit pribadi Anda. BNC saat ini menerapkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin, terbukti dari penurunan rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) menjadi 2,99 persen dari sebelumnya 3,10 persen pada Semester I 2025. Penurunan NPL ini menandakan bahwa bank semakin selektif dalam menyaring calon debitur demi menjaga kualitas aset. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak memiliki riwayat kredit macet di masa lalu agar proses pengajuan pembiayaan tidak terhambat.

Baca Juga

Fokus Pemeriksaan Tematik BPK, Mengawal Program Ketahanan Energi Nasional

Fokus Pemeriksaan Tematik BPK, Mengawal Program Ketahanan Energi Nasional

Selain NPL yang terjaga, BNC juga memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung penyaluran kredit. Hal ini terlihat dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang meningkat menjadi 50,23 persen dari 41,27 persen pada periode yang sama tahun lalu. Bank juga membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp294,85 miliar pada Semester I 2026, yang berarti tumbuh 6,81 persen secara tahunan. Pencapaian ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,11 triliun serta pendapatan berbasis komisi yang meningkat 6,77 persen menjadi Rp59,66 miliar.

Sebagai langkah akhir dalam merencanakan pinjaman, Anda harus tetap bersikap bijak dalam mengelola keuangan. Mengajukan pinjaman ritel atau modal UMKM tidak menjamin usaha akan langsung terbebas dari risiko finansial. Keberhasilan usaha tetap bergantung pada strategi bisnis dan kejelian Anda melihat pasar. Selalu hitung kemampuan bayar secara cermat agar cicilan bulanan tidak membebani arus kas pribadi maupun operasional usaha Anda di masa depan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

QRISKredit UMKMBank Neo CommerceKredit RitelKeuangan Digital

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoPenerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai KartanegaraRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap TigaPeluang Monetisasi Konten Digital dari Momentum Kunjungan Aston Villa di JakartaPeran Pembangunan Jembatan Garuda Temanggung dalam Mendukung Mobilitas Ekonomi DesaMemahami Kategori dan Daftar Pemenang Hoegeng Awards 2026Cara Meminimalkan Risiko Hukum dalam Pengadaan Asuransi KorporasiPolisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut Pemuda di Morowali

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap