tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy & Earning

Cara Memanfaatkan Peluang Tenaga Kerja dari Realisasi Investasi Semester I-2026

Sri NugrohoDiterbitkan 13 Agu 2026 - 15.38 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memanfaatkan Peluang Tenaga Kerja dari Realisasi Investasi Semester I-2026
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Realisasi investasi nasional pada Semester I-2026 mencatatkan angka Rp 1.010,6 triliun atau setara 49,5% dari target tahunan sebesar Rp 2.041,3 triliun. Capaian ini mengalami peningkatan sebesar 7,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan investasi ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan para pelaku usaha yang dicatat oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, penyerapan tenaga kerja dalam negeri pada paruh pertama tahun ini telah mencapai 1,44 juta orang atau tepatnya 1.448.000 orang. Data tersebut menjadi landasan bagi pemerintah yang memproyeksikan total penyerapan mampu menembus angka 2,5 juta orang hingga akhir tahun 2026.

Dari total realisasi investasi tersebut, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 507,64 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 502,93 triliun. Lima negara investor terbesar sepanjang Semester I-2026 tercatat yakni Singapura sebesar US$ 8,8 miliar, Hongkong US$ 7,6 miliar, China US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$ 1,7 miliar. Dari sisi geografis, sebaran investasi di luar Pulau Jawa tercatat mendominasi dengan nilai Rp 507,8 triliun, melampaui capaian di Pulau Jawa yang sebesar Rp 502,8 triliun. Kondisi ini memperlihatkan persebaran pusat pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja yang makin luas di luar Jawa.

Baca Juga

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Berdasarkan subsektornya, porsi realisasi investasi terbesar berada pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang mencapai Rp 150,4 triliun (14,9%). Subsektor lain yang mencatatkan realisasi tinggi meliputi jasa lainnya sebesar Rp 114 triliun (11,3%), pertambangan Rp 105 triliun (10,4%), transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 102,7 triliun (10,2%), serta real estat Rp 48 triliun (8,5%). Di samping itu, realisasi investasi di bidang hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun (tumbuh 6,9% dibanding periode sama tahun lalu) dan memberikan kontribusi 29,7% dari total investasi nasional. Hilirisasi didominasi sektor mineral senilai Rp 206,5 triliun (nikel Rp 71,0 triliun, bauksit Rp 53,8 triliun, tembaga Rp 37,4 triliun, besi baja Rp 30,2 triliun, dan pasir silika Rp 5,9 triliun), disusul sektor perkebunan dan kehutanan Rp 54,4 triliun (kelapa sawit Rp 29,5 triliun dan karet Rp 5,0 triliun), minyak dan gas bumi (pengolahan minyak bumi Rp 26,4 triliun dan gas bumi Rp 9,0 triliun), serta perikanan dan kelautan Rp 3,8 triliun.

Untuk menangkap peluang penyerapan lapangan kerja yang tercipta dari arus modal ini, tenaga kerja dan pencari kerja dapat menyusun strategi yang terarah. Langkah pertama adalah menyesuaikan keahlian dengan subsektor utama penampung modal, khususnya industri pengolahan logam dasar, pertambangan, logistik, telekomunikasi, dan jasa pendukung. Langkah kedua, membuka ruang untuk berkarir di lokasi-lokasi industri di luar Pulau Jawa yang menunjukkan pertumbuhan investasi lebih tinggi. Langkah ketiga, meningkatkan kualifikasi pada sektor hilirisasi komoditas utama seperti mineral, perkebunan, dan migas agar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Optimisme terhadap penyerapan lapangan kerja ini juga perlu dibarengi pemahaman akan dinamika target perekonomian secara makro. Pencapaian target penyerapan 2,5 juta tenaga kerja hingga akhir tahun sangat dipengaruhi oleh konsistensi realisasi investasi di semester berikutnya. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional saat ini telah mencapai 30%, yang menjadi salah satu pendorong utama dalam mendukung target pemerintah menuju pertumbuhan ekonomi 8% melalui strategi konsolidasi sebesar Rp 13.000 triliun. Pemenuhan kualifikasi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi syarat utama agar penyerapan tenaga kerja dapat dimaksimalkan oleh masyarakat.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiHilirisasiTenaga Kerja

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap