Bagaimana pelaku ekonomi digital, pekerja lepas, dan pelaku usaha di Indonesia dapat memanfaatkan sinyal stabilitas kawasan dari kesepakatan geopolitik terbaru untuk menyusun strategi usaha? Pertanyaan praktis ini mengemuka seiring pengumuman komitmen bersama antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8), kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan stabilitas, keamanan, dan ketahanan ASEAN melalui penguatan kerja sama strategis. Untuk mengambil langkah antisipatif, publik perlu memahami jalan terang dari kesepakatan tersebut, di mana kedua pihak bertekad menghadirkan keuntungan ekonomi serta keamanan yang konkret bagi masyarakat di kedua negara lewat kolaborasi yang lebih erat.








