PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga secara berkala untuk produk Bahan Bakar Minyak atau BBM non-subsidi. Kebijakan harga terbaru ini mulai berlaku secara resmi pada tanggal 1 Agustus 2026. Menurut keterangan dari Kitty Andhora, selaku VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mengikuti tren pergerakan rata-rata harga minyak dunia. Selain itu, langkah penyesuaian tersebut juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi masyarakat luas, perubahan harga ini membuka peluang untuk menerapkan strategi pengelolaan pengeluaran transportasi yang lebih efisien. Konsumen dapat memanfaatkan berbagai program promosi yang telah disediakan untuk menekan biaya pembelian bahan bakar harian.
Harga BBM non-subsidi yang disesuaikan tersebut berlaku untuk wilayah yang memiliki ketentuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 5 persen. Salah satu contoh wilayah yang menerapkan besaran pajak tersebut adalah DKI Jakarta. Dengan adanya penetapan harga baru per 1 Agustus 2026 ini, konsumen di wilayah DKI Jakarta dan daerah lain dengan tarif PBBKB serupa perlu mencermati pengeluaran rutin mereka. Untuk menyiasati harga bahan bakar yang mengikuti tren pasar global dan nilai tukar rupiah tersebut, konsumen disarankan untuk tidak sekadar melakukan pembelian secara konvensional. Terdapat metode alternatif yang secara khusus dirancang untuk memberikan nilai tambah berupa penghematan langsung maupun keuntungan jangka panjang bagi para pengguna kendaraan bermotor.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Langkah utama untuk mendapatkan keuntungan ekstra dari pembelian BBM non-subsidi adalah dengan menggunakan aplikasi MyPertamina. Melalui platform digital resmi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh bahan bakar berkualitas dengan harga yang kompetitif, tetapi juga dapat menikmati berbagai promo menarik. Fasilitas promosi yang ditawarkan di dalam aplikasi MyPertamina meliputi kesempatan untuk mendapatkan cashback, penawaran harga yang lebih hemat, hingga pemberian bonus poin loyalitas. Program-program penghematan ini disediakan secara khusus untuk mengapresiasi konsumen yang melakukan transaksi pembelian secara digital. Dengan mengumpulkan bonus poin loyalitas dari setiap pengisian bahan bakar, pengguna dapat mengoptimalkan anggaran transportasi mereka secara berkelanjutan.
Untuk memastikan Anda berhasil mendapatkan promo cashback, harga lebih hemat, maupun bonus poin loyalitas tersebut, terdapat syarat transaksi yang harus dipenuhi. Keuntungan dari aplikasi MyPertamina ini dikhususkan bagi konsumen yang melakukan transaksi pembelian BBM non-subsidi menggunakan metode pembayaran yang telah bekerja sama secara resmi. Oleh karena itu, pengguna harus memastikan bahwa mereka memilih opsi pembayaran dari mitra yang terintegrasi di dalam sistem aplikasi saat melakukan pengisian bahan bakar. Memilih metode pembayaran mitra yang tepat merupakan kunci utama agar sistem dapat memproses transaksi sekaligus memberikan imbalan promosi yang ditawarkan ke dalam akun pengguna.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Memanfaatkan aplikasi MyPertamina beserta metode pembayaran mitra menjadi strategi yang sangat direkomendasikan pasca penyesuaian harga per 1 Agustus 2026. Seperti yang disampaikan oleh Kitty Andhora, masyarakat diajak untuk memanfaatkan berbagai promo yang tersedia di aplikasi MyPertamina agar transaksi pembelian BBM non-subsidi menjadi semakin hemat dan menguntungkan. Walaupun program ini memberikan peluang penghematan yang nyata, konsumen tetap harus memperhatikan syarat dari masing-masing metode pembayaran yang bekerja sama. Pastikan untuk selalu memeriksa ketersediaan promo aktif dari mitra pembayaran sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Dengan langkah-langkah terencana ini, pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar non-subsidi dapat dikelola dengan jauh lebih efisien.






