Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menggerakkan berbagai pihak untuk segera menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak. Sebagai salah satu lembaga keuangan milik negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa-masa sulit akibat bencana alam ini. BNI secara cepat bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban warga Flores yang terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut. Dukungan dan aksi cepat tanggap dari BNI ini merupakan bagian nyata dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia, demi memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan optimal dan terintegrasi.
Dalam upaya membantu pemulihan awal masyarakat di wilayah terdampak, BNI menyalurkan bantuan melalui program tanggap darurat yang dinamakan BNI Berbagi. Program BNI Berbagi ini secara khusus difokuskan untuk menyediakan dan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok yang sangat mendasar dan mendesak bagi para korban gempa. Bantuan kebutuhan pokok yang disiapkan dan didistribusikan oleh BNI meliputi air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, hingga peralatan dapur untuk membantu aktivitas harian warga. Seluruh bantuan logistik tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah daerah yang terdampak cukup parah di Flores, yang mencakup wilayah Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan, BNI tidak bekerja sendirian. BNI secara aktif menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Melalui kolaborasi ini, pihak BNI bersama pemerintah daerah, BPBD, dan para pemangku kepentingan melakukan proses identifikasi kebutuhan di sejumlah wilayah terdampak secara mendalam. Langkah koordinasi ini sangat krusial agar bantuan yang dikirimkan benar-benar sesuai dengan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat di masing-masing titik pengungsian atau wilayah terdampak.
Di samping fokus pada penyaluran bantuan logistik dan kemanusiaan bagi para korban gempa, BNI juga berkomitmen menjaga kelancaran layanan perbankan agar roda perekonomian masyarakat setempat tetap berjalan. Dari total 25 outlet BNI yang tersebar di area Ende dan Maumere, pihak BNI memastikan bahwa sebanyak 24 outlet tetap beroperasi secara normal demi melayani transaksi perbankan nasabah pascagempa. Sementara itu, hanya ada satu outlet yang untuk sementara waktu belum dapat beroperasi, yaitu BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Borong. Penghentian operasional sementara pada KCP Borong ini terpaksa dilakukan karena adanya keretakan pada struktur bangunan akibat guncangan gempa, sehingga memerlukan proses perbaikan demi keselamatan nasabah dan karyawan.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Untuk mengatasi kendala operasional di KCP Borong yang sedang dalam masa perbaikan bangunan, BNI telah mengambil langkah solutif dengan menyiapkan layanan gerak yang dikenal sebagai O-Branch. Layanan O-Branch ini diterjunkan langsung untuk melayani berbagai transaksi perbankan para nasabah KCP Borong selama kantor fisik mereka diperbaiki. Sementara itu, untuk layanan mesin transaksi otomatis, dari total 67 mesin ATM BNI yang ada di area terdampak, sebanyak 65 mesin ATM dilaporkan tetap beroperasi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat. Hanya ada dua mesin ATM yang berada di KCP Borong yang untuk sementara waktu tidak dioperasikan. Di luar itu, seluruh nasabah BNI tetap dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah melalui jaringan kantor cabang BNI lainnya yang tetap buka, serta memanfaatkan berbagai kanal elektronik dan kanal digital yang disediakan oleh BNI.






